06 June 2023, 23:43 WIB

Yayasan Putera Nasional Indonesia Gagas Pembangunan Monumen Perjuangan Sukarno di Bandung


Bayu Anggoro |

PERINGATAN Hari Lahir Bung Karno 6 Juni tahun ini menjadi momentum bagi gagasan pembangunan Monumen Perjuangan Sukarno di Kota Bandung, Jawa Barat.
 
Rencana tersebut digagas Yayasan Putera Nasional Indonesia (YPNI) dalam
diskusi Peringatan Bulan Bung Karno, di Gedung Indonesia Menggugat Kota
Bandung, Selasa (6/6).

Diskusi tersebut menghadirkan narasumber sejarawan Sunda sekaligus
jurnalis senior, Yayat Hendayana; budayawan/Ketua Kongres Sunda Avi
Taufik Hidayat dan Dewan Kehormatan DPP Persatuan Alumni GMNI Andi
Nitidisastro. K

Ketua YPNI, Pamriadi, mengatakan, diskusi yang mengambil tema 'Perlukah Dibangun Monumen Bung Karno di Bandung?' ini menilai pembangunan Monumen Perjuangan Sukarno sebagai wujud penghargaannya terhadap sosok proklamator tersebut.

Menurutnya, lokasi pembangunan akan ditempatkan di Gor Saparua yang
terletak di pusat Kota Bandung. "Patungnya setinggi 22,3 meter," katanya.

Meski terletak di kawasan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dia
memastikan pembangunannya tidak akan menggunakan uang negara. Biaya pembangunan akan bersumber dari donasi berbagai pihak.

"Berapapun biayanya, tidak akan sebanding dengan perjuangan Bung Karno
dalam memerdekakan negara kita," ujarnya.

Dia berharap pembangunannya selesai tahun ini dengan perkiraan memakan waktu enam bulan. "Kami mohon dukungan dan doa dari semuanya, agar pembangunan ini bisa berjalan lancar."

Pamriadi mengatakan, Monumen Perjuangan Sukarno ini nantinya menggambarkan sosok Bung Karno muda yang sedang berdiri dengan satu tangan menunjukkan ke atas.

Menurut dia, konsep tersebut telah disetujui oleh putri Bung Karno,
Megawati Soekarnoputri. "Kita yakin dengan konsep monumen patung yang
lebih muda, lebih menginspirasi bahwa memang perjuangan Bung Karno yang dimulai dari Bandung dan terkenal dengan Indonesia Menggugat hingga jadi presiden di Bandung."

Pamriadi juga yakin, Monumen Perjuangan Soekarno akan jadi sebuah karya
yang baik dan bisa membanggakan warga Jabar dan Indonesia. Saat ini, dia mengaku sedang mengajukan izin kepada Pemprov Jabar untuk menggunakan area GOR Saparua sebagai lokasi monumen.

"Sekarang sedang mengajukan ke Pemprov Jabar untuk kita meminta di GOR
Saparua Bandung. Jadi monumen ini sebagai ikon baru untuk jadi destinasi wisata sejarah," ucap Pamriadi.


Dukungan


Sementara itu, Yayat Hendayana menyatakan dukungannya atas rencana pembangunan Monumen Perjuangan Sukarno di Kota Bandung. "Sebuah Monumen Plaza Bung Karno sudah tentu kurang seimbang dengan jasa Bung Karno semasa hidup. Tapi kita percaya ini niat baik dari anak muda, yang bertujuan memberikan penghormatan kepada tokoh bernama Bung Karno."

Bagi Yayat, sosok Bung Karno adalah motivator hebat yang dalam setiap
kesempatan berpidato selalu membawa catatan baik lengkap maupun tidak
lengkap.

Yayat pun memiliki catatan tersendiri mengenai sosok Bung Karno. "Jasa seorang Bung Karno bagi bangsa adalah jasa yang tetap dikenang sepanjang masa. Seorang proklamator yang dengan keberanian luar biasa
menyatakan kemerdekaan," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Avi Taufik Hidayat menjelaskan alasan perlunya Monumen Perjuangan Soekarno dibangun di Kota Bandung. Salah satunya, ide nasionalisme yang muncul dari Kota Bandung.

"Oleh karena itu, adalah beralasan di Kota Bandung didirikan monumen
karena nasionalisme dilahirkan di Bandung," tuturnya.

Alasan lainnya, lanjut dia, Kota Bandung adalah tempat lahirnya Marhaenisme yang digagas Bung Karno saat berusia 20 tahun. Saat berkeliling ke bagian Selatan Kota Bandung, Bung Karno dan bercakap-cakap dengan sosok petani berbaju lusuh bernama Marhaen yang sedang mencangkul sendirian di sebuah petak sawah.

"Dia melihat Marhaen ini beda dengan buruh dalam paradigma perlawanan terhadap kapitalisme. Buruh menjual tenaganya, kalau Marhaen masih punya alat produksi," kata Avi.

Marhaen


Dukungan datang dari Andi Nitidisastro. Dia mengatakan, keberadaan Monumen Perjuangan Soekarno menjadi penting karena Bung Karno menemukan ideologi Marhaenisme di Kota Bandung.

Dia lantas menggambarkan sosok sang proklamator dalam beberapa poin.
"Kalau kita bicara Bung Karno kita pahami alur pikirnya. Bung Karno
adalah sosok humanis, penuh kesadaran tinggi. Historis visioner selalu
menyentuh sejarah peradaban. Bung Karno seorang analisis ilmiah logis,
konsisten, berjiwa besar, karena ini beliau bisa berpikiran besar," kata Andi. (N-2)

BERITA TERKAIT