02 February 2023, 06:55 WIB

Inflasi Januari 2023 di DIY Turun Tipis Dibanding Desember 2022


Ardi T Hardi |

LAJU inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menurun pada awal 2023. Berdasarkan hasil rilis BPS, Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY, pada Januari 2023, mengalami inflasi 0,17% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Desember 2022 0,65% (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budiharto Setyawan mengatakan, dengan perkembangan ini, secara tahunan, inflasi IHK DIY tercatat sebesar 6,05% (yoy), menurun dibandingkan Desember 2022 sebesar 6,49% (yoy). Meski demikian, realisasi inflasi tahunan DIY Januari 2023 relatif lebih tinggi dibandingkan nasional yang tercatat sebesar 5,28% (yoy).

"Melambatnya inflasi DIY pada Januari 2023 didorong oleh pola musiman menurunnya permintaan barang dan jasa pasca momen HKBN dan akhir tahun di tengah menurunnya pasokan beberapa komoditas pangan dan hortikultura di bulan Januari," terang dia dalam siaran pers, yang dikutip pada Kamis (2/2/2023).

Dari komoditas, jelas Budiharto, perlambatan inflasi Januari didukung deflasi komoditas administered prices, khususnya angkutan udara dan bensin. Sejalan dengan itu, komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras juga mengalami deflasi pada bulan Januari 2023.

Penurunan tarif angkutan udara dipengaruhi pola musiman penurunan permintaan pascamomen Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) dan libur akhir tahun, berakhirnya masa berlaku penerapan biaya tambahan (surcharge) yang dikenakan maskapai penerbangan, serta penurunan harga avtur.

Ia menambahkan, penurunan tersebut juga selaras dengan pemberlakuan kebijakan penurunan harga bensin dan solar yang mulai diberlakukan pada 3 Januari 2023. "Adapun komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras mengalami penurunan harga sejalan dengan peningkatan pasokan," terang dia.

Perlambatan inflasi lebih dalam tertahan oleh inflasi pada pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,34% (mtm). Inflasi pada kelompok ini didorong oleh kenaikan harga beras.

"Berdasarkan pantauan Bank Indonesia, harga beras di DIY meningkat rata-rata Rp300/kg selama Januari 2023," kata dia.Naiknya harga beras itu merupakan dampak dari berkurangnya stok dan pasokan seiring musim panen yang baru akan terjadi beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, harga cabai rawit juga naik seiring tingginya curah hujan yang menyebabkan penurunan produksi dan berimbas pada menurunnya jumlah pasokan. Komoditas lain penyumbang inflasi bulan Januari adalah rokok kretek filter seiring kenaikan tarif cukai rokok yang berimbas pada peningkatan harga rokok.

Inflasi DIY, lanjut dia, juga disebabkan oleh kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,07% (mtm). Harga kontrak rumah meningkat seiring tingginya permintaan di tengah dimulainya kalender akademik untuk tingkat Perguruan Tinggi.

"Mencermati kondisi terkini dan mengantisipasi risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY terus bersinergi mencermati kondisi Inflasi," kata dia.

Hal itu dilakukan dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta memperkuat koordinasi guna menjaga inflasi tetap rendah dan stabil.

Upaya sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan TPID akan terus dilanjutkan dan difokuskan, diantaranya, melalui operasi pasar, Kerja Sama Antar Daerah (KAD), optimalisasi penggunaan lahan pekarangan/urban faming, pengembangan pertanian off-season, serta terus melakukan monitoring implementasi kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal-hal tersebut merupakan perwujudan komitmen Bank Indonesia, Pemerintah, serta seluruh stakeholder guna mencapai inflasi 2023 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0±1%. (OL-13)

Baca Juga: BI Perwakilan DI Yogayakarta Jabarkan 2 Sebab Kemiskinan di ...

BERITA TERKAIT