25 January 2023, 22:20 WIB

Penderma.id Sumbangkan 3 Mesin Air Minum untuk Korban Gempa Cianjur


Bayu Anggoro |

KORBAN gempa Cianjur masih membutuhkan uluran tangan termasuk
untuk kebutuhan air bersih. Hal ini menjadi prioritas mengingat
fasilitas yang rusak belum tergantikan dengan baik.

Kondisi itulah yang menjadi perhatian Penderma.id bersama dengan para donatur.
 
Khirzan Noe'man, CEO Penderma.id menyampaikan, selama 2 bulan
terakhir pihaknya telah menyalurkan 3 mesin Air Minum Gratis (AMG). Fasilitas itu membantu sampai dengan 1.000 kepala keluarga.

Beberapa lokasi penyaluran AMG di antaranya Ponpes Al-Muttmainah Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang; Masjid Jami Alaydrus, Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang dan Posko Mandiri KitaBisa, di Kampung Gintung, Kecamatan Cugenang.

"Air bersih ini sangat dibutuhkan," katanya, Rabu (25/1).

Bukan hanyamembantu kebutuhan air melalui mesin AMG, Penderma.id juga akan menyediakan fasilitas air bagi warga yang kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

Fasilitas air yang saat ini sedang dalam proses pembangunan terletak di
Desa Gintung, Kecamatan Cugenang. Fasilitas air ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk 700 kepala keluarga.

Pengadaan fasilitas air bersih bagi warga terdampak gempa Cianjur
tersebut diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan air bersih
yang sudah ada sebelum terjadinya bencana ini.

"Semoga bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi warga terdampak
gempa Cianjur khususnya warga Kecamatan Cugenang," katanya.

Umi Nisa, salah satu pengurus Ponpes Al-Muttmainah mengaku sangat bersyukur dengan adanya bantuan mesin AMG ini.

Menurutnya, mesin AMG ini dapat mengurangi sampah plastik dari
penggunaan air minum dalam kemasan. Ia juga mengatakan mesin AMG ini
ke depannya dapat menekan pengeluaran terkait pemenuhan kebutuhan air
minum warga sehari-hari.

Seperti yang diketahui, gempa bumi bermagnitudo 5,6 mengguncang
Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022. Salah satu dampak yang dialami
oleh para pengungsi adalah sulitnya untuk memperoleh air bersih guna
memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selama ini warga hanya mengandalkan air minum dalam kemasan yang
diberikan oleh para donatur dan relawan. Sayangnya, jumlahnya terbatas, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari untuk seluruh warga. (N-2)

BERITA TERKAIT