25 January 2023, 22:10 WIB

Ridwan Kamil Nyatakan Jawa Barat tidak Butuh Beras Impor


Bayu Anggoro |

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kami menegaskan pihaknya tidak setuju dengan impor beras meski saat ini harganya di pasaran terindikasi naik.
Pasalnya, saat ini Jawa Barat dalam kondisi surplus beras.

"Harusnya Jawa Barat surplus ya. Surplus kita 1,5 juta ton per tahun.
Kalau Jawa Barat diupayakan jangan impor karena kita kan berasnya
berlebih. Kalau provinsi lain silakan," ujar Ridwan Kamil saat melakukan  kunjungan ke Pasar Pasalaran, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/1).

Bahkan, menurut dia, hingga kini produksi dan kebutuhan beras di Jawa
Barat masih surplus mencapai 1,5 juta ton setiap tahunnya. "Jawa Barat
tiap tahunnya surplus 1,5 juta ton, sehingga tidak boleh impor beras,"
katanya saat ditemui seusai meninjau harga komoditas pangan di Pasar
Pasalaran.

Dia mengatakan, kenaikan harga beras di Jawa Barat juga sedang dicari
tahu penyebabnya termasuk menyiapkan langkah-langkah intervensinya. Dari mulai operasi pasar maupun intervensi melalui subsidi angkutan barang menggunakan anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT).

"Pokoknya, Jawa Barat jangan sampai impor, karena produksinya juga
surplus. Kalau daerah lain silakan saja," ujarnya.


Saat ini, lanjut Ridwan Kami, Pemprov Jabar tengah melakukan penelitian
dan akan intervensi terkait harga beras yang masih tinggi.

Terkait dengan inflasi di daerah, Ridwan Kamil mengapresiasi inflasi
Kabupaten Cirebon yang ada di angka 4,8%. Namun, apresiasi yang
diberikan Gubernur Ridwan Kamil ada syaratnya.

Salah satunya, Bupati Cirebon Imron harus harus rajin turun ke pasar
untuk memantau situasi dan harga yang ada di pasar. "Inflasi di angka
4,8% itu sudah bagus. Cirebon saya apresiasi salah satunya adalah Pak
Bupati harus rajin ke pasar, untuk melihat apa yang naik dan mencarikan
solusinya," tambahnya.

Menurut mantan Wali Kota Bandung, itu, banyak cara untuk mengantisipasi inflasi, salah satunya adalah dengan melakukan operasi pasar, mengupdate harga, dan  mengintervensi biaya transportasi.

"Selain itu, juga melibatkan aparat kepolisian untuk menindak penimbun yang menyebabkan naiknya harga pokok dan lainnya," lanjut Emil.

Setelah mengecek harga bahan pokok di Pasar Pasalaran, dia menilai
harga bahan pokok masih normal. "Naik dan turunnya harga bahan pokok merupakan yang wajar. Asalkan tidak sampai berlebihan." (N-2)

 

BERITA TERKAIT