25 January 2023, 22:20 WIB

Budi Daya Burung Merak di Medan Cicipi Keuntungan


Teguh Angga Aditia Panjaitan |

BUDI daya burung merak mampu meraih keuntungan cukup lumayan bagi Andhi Resmana. Ia warga Jalan Helvetia Timur, Kota Medan, Sumatra Utara. Berawal hobi dan memanfaatkan media sosial, Andhi berhasil menjual buruk merak dari Sabang sampai Merauke sejak 2017 hingga sekarang.

Menurut Andhi, pembeli menilai bahwa merak dinobatkan sebagai burung tercantik di dunia. Burung itu dikenal memiliki bulu ekor yang sangat indah.

Untuk merawatnya, Andhi sehari-hari memberikan makan berupa buah pepaya, toge, dan ulat hongkong. Dirinya pun miliki tips merawat burung merak. Perawatan harus menggunakan hati karena baginya burung merak seperti manusia harus dirawat secara ekstra.

Banyak peminat merak dari peternakannya dari para pengelola taman marga satwa hingga penghobi. Ia juga menjual dengan harga Rp25 juta sampai Rp40 juta, tergantung fisik, motif, corak, dan kesehatannya.

Ketertarikan Andhi berawal dari melihat teman-temannya sering menonton aktivitas burung merak di Google, Facebook, dan medsos komunitas merak di Jawa. Meski sempat berpikir bahwa hewan itu dilindungi, setelah ia mengecek ternyata merak yang diternaknya termasuk kategori merak india atau Pavo cristatus yang tidak dilindungi. 

Yang tidak boleh diternak yaitu Pavo mistikus. Jenis merak ini harus memakai izin.

Baca juga: Berhenti Bekerja, Adi Sukses sebagai Pembudi Daya Ikan Nila

"Bagi peternak pemula, dapat memulai usahanya dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Mereka dapat membeli bibit anak merak dari para peternak yang telah sukses. Hal ini menjadi tips bagi masyarakat yang ingin mencoba membudidayakan burung merak," ungkap Andhi. (OL-14)

BERITA TERKAIT