25 January 2023, 16:48 WIB

Stok Beras Di Gudang Bulog Sumsel Babel Cukup Untuk Tiga Bulan


Dwi Apriani |

DI TENGAH gejolak harga beras yang sedang tinggi, Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras. Sejak diluncurkan program tersebut, Bulog sudah mengucurkan 2.500 ton beras di wilayah Sumsel dan Babel.

Selain itu, Bulog memastikan stok beras di gudang Bulog saat ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 3 bulan. "Memang saat ini kita sedang konsentrasi dalam upaya menstabilkan harga beras di pasaran, apalagi memang akhir-akhir ini harga beras cukup tinggi. Lewat SPHP yang kita lakukan ini, harapan kita bisa menekan harga beras di pasaran sesuai HET Rp9.400 per kilogram," ucap Pimpinan Bulog Kantor Wilayah Sumsel dan Babel, Mohammad Alexander, Rabu (25/1).

Ia meminta masyarakat untuk tidak kuatir, karena Bulog memastikan kehadirannya untuk memasok beras di wilayah Sumsel. Pihaknya juga mengklaim bahwa stok beras di gudang Bulog yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat bisa mencapai tiga bulan ke depan.

"Ada sekitar 6.400 ton beras lagi di gudang kita. Karenanya kami minta masyarakat tidak usah khawatir dengan kondisi pasokan, sejauh ini di wilayah Sumsel dan Babel aman," jelasnya.

Pihaknya pun akan segera melakukan pengadaan beras saat masuk musim panen di Maret mendatang. Diketahui, Sumsel merupakan lumbung pangan, utamanya beras. Sejumlah daerah di Sumsel merupakan daerah penghasil beras, seperti Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, dan sebagainya.

"Kami berharap nantinya saat musim panen raya, Bulog bisa kembali menyerap beras petani. Sehingga kita terus mengisi stok beras di gudang Bulog. Tapi kami meyakini stok beras di gudang saat ini bisa mencukupi sebelum musim panen raya nanti," ucapnya.

Ia menerangkan, pihaknya akan menyerap beras petani sesuai dengan HPP (harga pembelian petani) yakni Rp8.300 per kilogram. Untuk mengisi stok beras, pihaknya akan memaksimalkan penyerapan di tahun ini. Target pengadaan tahun ini, pihaknya masih menunggu dari pusat. Namun diprediksi akan sama seperti tahun lalu, yakni 94.000 ton.

"Kami yakini dapat tercapai di tahun ini sesuai target pengadaan. Karenanya penyerapan secara maksimal dari petani yang ada di Sumsel akan dilakukan secara maksimal nantinya," pungkasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT