24 January 2023, 09:48 WIB

Puluhan Babi Terjangkit Virus ASF, Pemda Flotim Hentikan Penerimaan Babi Bantuan


Fransiskus Gerardus Molo |

PULUHAN ternak babi bantuan warga di Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mati akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF). Akibatnya, para peternak merugi hingga ratusan juta.

Penjabat Bupati Flotim Doris Alexander Rihi mengatakan data dari dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flotim menyebut dari sebanyak 50 ekor babi yang diterima pada 19 Desember 2022  dan sebanyak 30 ekor mati sementara sisanya terjangkit virus ASF dan dikarantina.

Dia menyebut stok babi sisanya diawasi serta pihaknya berkoordinasi dengan pihak pemerintah Provinsi NTT.

Baca juga: Flu Babi Afrika Merebak, Pemkab Kupang Ambil Langkah Antisipatif

"Pemda Flotim mengambil langkah menutup sementara penerimaan bantuan babi di Flores Timur," ujar Doris, Selasa (24/1).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Flores Timur Sebas Sina Kleden, saat dihubungi Metro TV, menyampaikan, saat ini, tenaga kesehatan dan dokter hewan terus dikerahkan untuk melakukan pengawasan di sejumlah titik seperti di wilayah perbatasan darat dengan Kabupaten Sikka di Kecamatan Wulanggitang dan di wilayah utara di Desa Adabang.

Selain itu, pengawasan di pintu masuk melalui jalur laut yaitu di Pelabuhan Ferry Waibalun, Pelabuhan Kota Larantuka, di daratan Larantuka, Pelabuhan Waiwerang, Pelabuhan Boleng, Pelabuhan Ferry Deri di Pulau Adonara, dan Pelabuhan Menanga Pulau Solor diperketat.

Sebas Sina Kleden menjelaskan, hingga saat ini, belum ditemukan obat atau vaksin penyakit ASF sehingga pihaknya fokus pada pencegahan dengan melakukan biosecurity yang ketat.
 
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan dan laporan peternak lokal, kata dia, sumber virus yg menyerang babi sekarang adalah ternak bantuan pemerintah pusat melalui Balai Pembibitan Ternak Denpasar Bali yang disalurkan pada Desember 2022 sebanyak 50 ekor.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua kelompok di Kelurahan Lohayong dan Kelurahan Pukentobi Wangin Bao.

"Ternak babi yang mati adalah babi bantuan itu. Ini telah dibuktikan dari hasil uji laboratorium terhadap sampel darah babi mati yang kami kirim untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner Denpasar Bali dan hasilnya positif ASF," jelas dia. (OL-1)

BERITA TERKAIT