23 January 2023, 18:19 WIB

Sulsel Gunakan TMC Untuk Cegah Hujan Ekstrem Di Daratan


Lina Herlina |

CUACA ekstrem di Kota Makassar, Sulawesi Selatan berhasil dilalui dengan memanfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Selama 11 hari, TMC dilakukan dengan menggunakan 16.500 kilogram garam NaCl (Natrium Klorida).

Hal it diakui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Sulsel, Amson Padolo. "Dengan TMC kita mampu melewati cuaca ekstrem, sehingga bahaya terkait bencana hidrometeorologi dapat kita hindari," katanya, Senin (23/1).

Pemanfaatan TMC tersebut, dilakukan dengan bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lanud Hasanuddin Makassar, PT Songo Aviasi Indonesia (SAI) dan operator PT Smart Cakrawala Aviation. Khusus di Sulsel, mitigasi bencana hidrometeorologi dengan mengerahkan satu unit pesawat penabur dengan Pesawat penabur bahan Cessna Grand Caravan 208 dengan registrasi PK-SNM.

Pesawat yang mampu terbang dalam dua jam terbang dalam satu sortinya itu, lalu penyemaian 800 hingga 1.000 kilogram per sortinya. "Jadi, dalam sehari dapat melakukan hingga tiga kali penerbangan. Sebanyak 16.500 kilogram bahan semai telah ditebarkan, agar tidak terjadi hujan ekstrem," ungkap Amson.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian menambahkan, pelaksanaan TMC berdasarkan data dari BRIN dan BMKG dengan mencermati cuaca dan awan. "Garam yang ditebar, tergantung dari situasi, kajian bisa 900 kilogram sampai 1 ton per penerbangan. Tapi, minimal 800 kg," tambah Rustian.

Penerbangan penyemaian diarahkan di sisi Barat Laut, Barat dan Barat  Daya Selatan untuk menghalau awan-awan potensial yang mengarah ke
daratan. Awan-awan potensial tersebut membuat hujan turun di atas perairan Selat Makassar sehingga mengurangi jumlah curah hujan yang masuk ke daratan. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT