02 January 2023, 08:50 WIB

Waspadai Karhutla di 2023, Minamas Plantation Beri Pelatihan dan Sosialisasi


Dwi Apriani |

SEBAGAI upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk waspada bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 2023, Minamas Plantation melalui anak usahanya PT Guthrie Pecconina Indonesia (PT GPI) kembali mengadakan pelatihan dan sosialisasi bahaya karhutla bersama masyarakat di Lapangan SDS Minamas Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan serta pembekalan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar dan bahaya Karhutla khususnya di area gambut. Harapannya masyarakat dapat menyebarluaskan semangat mencegah terjadinya kebakaran dan membantu pemadaman apabila terjadi Karhutla serta dapat menjalankan tata cara pelaporan ke satuan tugas (Satgas) jika Karhutla terjadi di sekitar lingkungannya.

Regional CEO Minamas Plantation, Mohd Amri Baharudin mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam pencegahan karhutla melalui pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat. Mengingat masyarakat memegang peranan penting dalam pencegahan karhutla dan perlindungan lingkungan.

"Melibatkan masyarakat dalam membantu memitigasi Karhutla salah satu solusi internal di masyarakat untuk mengurangi dampak Karhutla, serta membiasakan masyarakat tetap tanggap dan sigap terhadap bahaya Karhutla meskipun tahun ini curah hujan tinggi. Harapannya, melalui pelatihan ini masyarakat, kelompok Tani peduli api (KTPA) dan institusi lain di lapangan dapat bersinergi mencegah serta menangani karhutla," katanya.

Sosialisasi dan pelatihan penanggulangan karhutla dengan tema 'Bersama Kita Bisa Mencegah Karhutla Mewujudakan Muba Bebas Asap' ini melibatkan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di sekitar areal perusahaan, unsur Pimpinan Kecamatan Lawang Wetan, hingga tingkat kabupaten yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin.

Herawan, perwakilan Camat Lawang Wetan menyambut baik dan mengapresiasi kegaiatan yang dilakukan oleh PT GPI. Menurutnya sosialisasi dan pelatihan penanggulangan karhutla itu sangat penting untuk membangun dan meningkatkan sinergi antara perusahaan dan warga yang ada di sekitar lokasi perkebunan.

"Kami berharap semua dapat bersinergi dengan keterlibatan semua pihak dalam menangani karhutla secara bersama-sama. Terimakasih kepada PT GPI yang telah membantu tugas pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Muba, Ahmad Syadat menyampaikan apresiasi atas sosialisasi dan pelatihan penanggulangan karhutla di sekitar lokasi perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan sinergi dan rasa kepedulian dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. "Persoalan karhutla bukan semata-mata tanggungjawab Pemerintah, tetapi tanggungjawab semua pihak termasuk kesadaran baik perusahaan maupunmasyarakat, sehingga tidak terjadi Karhutla yang mengakibat kan bencana yang merugikan kita semua," ujarnya.

Selain sosialisasi, dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama semua pihak yang hadir dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan demi mewujudakan kabupaten Musi Banyuasin bebas asap tahun 2023. Penandatanganan dilakukan oleh pimpinan PT GPI, perwakilan Kecamatan, Polsek, Koramil, BPBD Musi banyuasin serta perwakilan peserta yang hadir dalam kegaiatan sosialisasi dan pelatihan.

Di bidang penanganan Karhutla, hingga saat ini Minamas Plantation terus memantau situasi yang berlangsung di seluruh lokasi perusahaan dengan seksama, pemantauan dilakukan setiap hari melalui sistem plantation location intelligent universal management (PLATINUM), menggunakan data-data dari satelit pada titik panas di peta area konsesi untuk mendeteksinya dengan cepat.

Seluruh titik api yang terdeteksi akan segera dilaporkan kepada  pihak berwenang dan prosedur yang sama juga diterapkan dalam standar operasional perusahaan. Sedangkan di bidang pencegahan, Minamas Plantation memiliki program pendekatan masyarakat melalui program desa mandiri cegah api (DMCA) yang dibentuk sejak Tahun 2014 dan bekerjasama dengan Universitas Riau, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Jambi dan Universitas Sriwijaya, Universitas Palangka Raya dan Universitas Tanjungpura.

Program ini dilaksanakan di setiap desa-desa sekitar operasional perusahaan, saat ini sudah mencapai 34 desa atau mencakup total area desa binaan seluas 161 ribu hektare.

Melalui program ini, pemahaman bahaya Karhutla meningkat di masyarakat secara luas. Program guru peduli api juga dilaksanakan melibatkan 750 guru dan kepala sekolah di 70 sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan serta program penghargaan desa bebas api.

"Dengan dukungan dan kerjasama masyarakat, Minamas berkomitmen untuk sepenuhnya memastikan inisiatif-inisiatif tersebut dilaksanakan dengan partisipasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan sehingga ada keikutsertaan secara penuh demi terciptanya lingkungan yang aman dan
berkelanjutan," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Relawan SG Jateng Dirikan Posko untuk Korban Banjir Semarang

 

BERITA TERKAIT