22 December 2022, 13:50 WIB

Cegah Stunting dan KDRT, Pemkot Sorong Perkuat Keterampilan Perempuan


Martinus Solo |

PEMERINTAH Kota Sorong, Papua Barat berupaya mencegah stunting dan menekan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan memberikan pelatihan keterampilan bagi mama-mama papua (perempuan).

Kegiatan pelatihan menjahit, pembuatan souvenir khas Papua, pembuatan kue dan minuman, dibuka Pj. Wali Kota Sorong, George Yarangga, A.PI,MM, dan Pj. Ketua PKK Kota Sorong, Ny. Jacquline M. Yarangga, di Gedung Tigtigweria, Kota Sorong, Papua Barat, Kamis,(22/12/2022).

Dalam laporannya, Kadis Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P3A) Pemerintah Kota Sorong, Eltje Salomina Doo, menyampaikan, kegiatan pengembangan masyarakat untuk peningkatan kualitas keluarga, yang di dalam ada pelatihan beraneka kue dan minuman, pelatihan pengasapan ikan, pelatihan menjahit dan pelatihan souvenir Papua ini merupakan salah satu kunci kehadiran pemerintah dalam penghapusan kesenjangan ekonomi. Dimana msalah ekonomi kerap mengakibatkan KDRT dan stunting.

"Dengan memberikan akses kepada tiap masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, serta memberi kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomiannya, sehingga kekerasan dalam Rumah tangga dan Stunting bisa diatasi," ucap Eltje Salomina Doo.

Dalam kesempatan itu dilaporkan juga kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kota Sorong tahun 2022, dari Januari sampai Desember yang terinput di aplikasi simponi, ada 56 kasus, di antaranya KDRT, pelantaraan anak, pencabulan, pemerkosaan anak di bawah umur dan penganiayaan.

Dijelaskan Kadis P3A, dengan banyak-nya aduan tentang kekerasan yang terjadi kepada kaum perempuan dan anak, pihaknya bekerja sama dengan seluruh stakehorlder, dari unsur organisasi perempuan, TNI/Polri, Aktivis, Akademi, LSM, dan seluruh komponen masyarakat mengadakan beberapa agenda kegiatan, dengan tujuan untuk menekan tindak kekerasan dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam hal pembangunan.

Sementara Pj. Wali Kota Sorong, George Yarangga, memberikan apresiasi kepada Dinas P3A atas niat baik dan perhatian yang tulus kepada para pengrajin yang ada di Kota Sorong, untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman tentang usaha-usaha yang di geluti.

"Pemerintah Kota Sorong memberikan dukungan penuh kepada Dinas P3A dan juga kepada pelaku-pelaku UMKM yang ada di Kota Sorong untuk maju dan berkreasi dalam menghadapi tuntutan ekonomi," kata Pj. Wali kota

Menghadapi Era Globalisasi saat ini masyarakat dituntut memiliki peran lebih atas kehidupan ekonomi, yang sedikit mengalami fluktuasi tidak sehat, dimana sebagian negara-negara di dunia mengalami krisis perekonomian yang berkepanjangan yang tentunya berdampak global terhadap kehidupan ekonomi di tanah air, khususnya kita di Tanah Papua.

"Melalui kegiatan yang baik ini, diharapkan para peserta yang mengikuti pelatihan di beberapa bidang ini mampu menciptakan Wira usaha baru dan Mandiri di bidang industri demi mensejahterakan para pelaku usaha itu sendiri dan tentu juga mensukseskan program pembangunan Pemerintah kota Sorong," ucap Pj. Wali kota

George Yarangga sangat berhararap, agar upaya ini tak lagi didorong oleh pemerintah semata, akan tetapi munculnya motor-motor penggerak oleh semua pihak termasuk swasta, untuk dapat mendorong terciptanya wira usaha yang baru.

Diakhir kegiatan ini, Pj. Walikota dan Pj. Ketua PKK Kota Sorong, menandatangani Petisi yang ada di halaman belakang Kantor Dinas Pemberdayaan Kota Sorong. (OL-13)

Baca Juga: Ada 1.940 Pegawai Daop 6 Disiagakan untuk Kelancaran KA masa Libur Nataru

BERITA TERKAIT