09 December 2022, 15:54 WIB

Pengungsi Gempa Cianjur Tagih Janji Bantuan Pemerintah


Muchlis Bachtiar (MGN), Muklis Efendi (SB) |

SEJUMLAH pengungsi di Kampung Gunung Lanjung Dua, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, menagih janji pemerintah yang akan memberikan biaya ganti rugi kerusakan rumah akibat gempa.

Hingga kini sejumlah warga yang terdampak gempa masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Mereka mengaku sudah tidak nyaman dengan kondisi yang ada dan berharap bantuan yang dijanjikan pemerintah segera diterima guna memperbaiki kondisi rumah yang rusak.

Baca juga: Dana Renovasi Cair, Ridwan Kamil: Segera Bangun Rumah Tahan Gempa

Salah seorang pengungsi Wina Agustina mengatakan belum menerima dana ganti rugi walaupun sudah dilakukan pendataan oleh petugas.

“Rumah saya ambruk akibat gempa kalau bisa bantuan cepat cair supaya bisa pulang dan memperbaiki rumah,” ucap Wina.

Sementara itu, pengungsi lainnya Ajang Sopandi juga mengaku belum menerima bantuan yang dijanjikan.

“Karena rumah saya ambruk saya terpaksa bertahan di posko pengungsian walaupun merasa kurang nyaman karena sudah 18 hari saya dan keluarga di sini,” ucap Ajang. 

Ajang berharap bantuan yang dijanjikan pemerintah dapat segera diterima agar dapat merenovasi rumahnya yang rusak dan keluarganya dapat beraktivitas kembali seperti biasa.

Diketahui akibat gempa M 5,6 yang sebelumnya mengguncang wilayah Cianjur telah merusak sebanyak kurang lebih 53 ribu rumah warga dengan rincian 12.900 rumah rusak berat, 15 ribu rumah rusak sedang, dan 25 ribu rumah rusak ringan.

Sebelumnya pemerintah melalui Presiden Jokowi saat mengunjungi lokasi gempa Cianjur, Kamis (9/12/2022) juga telah menjanjikan dan akan menaikkan biaya bantuan perbaikan rumah warga.  

Rumah yang mengalami kerusakan berat akan diberikan bantuan biaya renovasi sebesar Rp. 60 juta, rusak sedang Rp30 juta dan rusak ringan mendapatkan bantuan Rp15 juta. (Mef/A-3)

BERITA TERKAIT