06 December 2022, 20:51 WIB

KPA Klaten Temukan 1.271 Kasus HIV/AIDS


Djoko Sardjono |

KASUS HIV/AIDS di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sejak 2007 hingga September 2022 mencapai 1.271 kasus. Dari jumlah itu, 98% penularannya akibat transmisi seksual, baik heteroseks maupun homoseksual.

Sementara itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten mencatat 67% orang dengan HIV (ODH) didominasi laki-laki dan 33% perempuan dengan rentang usia 25-49 tahun sebanyak 816 kasus.

"Kasus HIV/AIDS kini telah menyebar luas hingga 26 kecamatan di Kabupaten Klaten," kata Bupati Sri Mulyani pada sarasehan peringatan 
Hari AIDS Sedunia di Pendapa Agung Pemkab Klaten, Selasa (6/12).

Sarasehan peringatan Hari AIDS Sedunia yang digelar menampilkan narasumber Sekretaris Komisi Penaggulangan AIDS Kabupaten Klaten,  Rony Roekmito dan Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Cahyono Widodo.

Dikatakan, bahwa HIV tidak hanya menyebar di kawasan lokalisasi saja. Namun, penyakit itu sudah menghantui kalangan ibu rumah tangga. Ini berakibat sekarang banyaknya temuan kasus HIV pada anak.

Sehingga, lanjut Sri Mulyani, tes HIV pada ibu hamil menjadi hal yang sangat penting. Karena, bila ibu hamil terdeteksi positif HIV, diharapkan bisa langsung diterapi ARV agar bayi yang dilahirkan negatif HIV.

"Memang, HIV kini sudah ada obatnya. Tapi, tidak bisa menghilangkan virus yang ada di dalam tubuh dan hanya mampu menghambat virus agar tidak berkembang, dengan catatan obat diminum setiap hari," katanya.

Menurut Sri Mulyani, orang dengan HIV/AIDS apabila meminum obat setiap hari seumur hidup akan sehat. Virus yang ada di dalam tubuh pun tidak terdeteksi. Jika tidak terdekteksi, maka tidak akan menularkan.

"Melalui momentum peringatan Hari AIDS Sedunia, saya mengajak segenap pemangku kepentingan bersama masyarakat untuk bersinergi dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Klaten," tandasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT