06 December 2022, 18:02 WIB

Pemkab Sikka Terus Gencarkan Upaya Penurunan Angka Stunting


Gabriel Langga |

KASUS stunting di 5 kecamatan dari 21 kecamatan di Kabupaten Sikka, NTT pada 2022 masih cukup tinggi. Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Waiblama, Tanawawo, Magepanda, Kangae dan Talibura. Data lima kecamatan status tinggi ini berdasarkan hasil operasi timbang tahun 2022 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka

"Para camat yang ada di lima Kecamatan stunting paling tinggi seharusnya merasa malu. Saya harapkan tahun depan masalah stunting di Sikka sudah berada di tingkat paling rendah," ujar Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (6/12) di Kabupaten Sikka.

Untuk itu, ia harapkan  kerja sama semua pihak di Kecamatan untuk menangani masalah stunting. Meski begitu, Bupati menyampaikan, angka prevalensi stunting di Kabupaten Sikka saat ini sebesar 13,8 persen atau turun dibanding Februari 2022 yang mencapai 17,2 persen.

"Kan kasus stunting kita di Sikka ini terus menurun jika dibandingkan beberapa tahun sebelum, pada 2019 sebesar 25,1 persen, 2020 sebesar 19,6 persen, 2021 sebesar, 18,2 persen, tahun ini 13,8 persen," ujarnya.

Ia menambahkan, capaian penurunan angka stunting ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan kerja keras pemerintah. Meski kata dia lagi
masih lima kecamatan yang angka stuntingnya tinggi, seperti Kecamatan Waiblama, Tanawawo, Magepanda, Kangae dan Talibura.

Bupati Sikka juga menargetkan angka stunting di Kabupaten Sikka bakal turun hingga dibawah 10 persen pada Maret 2023 dengan program-program yang dijalankan. "Kami optimistis tahun depan angka stunting akan turun menjadi satu digit atau di bawah 10 persen," pungkas Bupati Sikka. (OL-15)

BERITA TERKAIT