05 December 2022, 22:31 WIB

Polda Banten Gagalkan Penyelundup Sabu Bermodus Sembunyikan di Dalam Anus


mediaindonesia.com |

KEPOLISIAN Daerah Banten menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba dengan menyelundupkan sabu ke dalam lubang anus di sekitar Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

"Kami serius dan berkomitmen untuk memerangi narkoba, karena menghancurkan generasi bangsa sesuai instruksi Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga saat jumpa pers, di Serang, Senin (5/12)

Ditresnarkoba Polda Banten berhasil mengungkap penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan modus yang tidak lazim yakni  emasukkan
sabu-sabu ke dalam tubuh melalui lubang anus untuk menghindari pemeriksaan dari pihak keamanan.

Peredaran gelap narkotika ini dapat diungkap berdasarkan adanya informasi dari masyarakat bahwa akan ada penyelundupan narkoba jenis sabu yang dibawa dari Aceh menuju Pulau Jawa melalui Bandara Soekarno Hatta.

Ditresnarkoba Polda Banten menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan koordinasi bersama Bea Cukai Kanwil Provinsi Banten kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan observasi bersama.

Setelah melakukan koordinasi gabungan Bea Cukai Kanwil Provinsi Banten dan mengetahui tentang nama dan ciri pelaku. Tim gabungan itu berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka ZK, 52, warga Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dan MD, 32, warga Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, pada Kamis (1/12), sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kedua tersangka itu keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta," kata Shinto.

Shinto mengatakan, petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kedua tersangka, namun tidak ditemukan barang bukti.


Baca juga: Polisi Ringkus 4 Anggota Geng Motor Pelaku Pembacokan di Jambi


Selanjutnya, kata Shinto, tim melakukan pemeriksaan intensif berdasarkan informasi bahwa kedua tersangka memasukkan narkotika jenis
sabu ke dalam tubuh lewat lubang anus untuk menghindari kecurigaan petugas.

"Tim membawa keduanya ke Rumah Sakit EMC Kota Tangerang untuk melakukan rontgen tubuh dan dari hasil rontgen ditemukan benda asing berbentuk kapsul di dalam tubuh kedua tersangka tepatnya di sekitar pinggul. Kemudian tim meminta keduanya untuk mengeluarkan kapsul tersebut yang dilapisi lakban, balon, dan kondom di dalamnya berisi narkotika jenis sabu-sabu," kata Shinto.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka merupakan orang suruhan dari BM yang kini menjadi daftar pencarian orang (DPO) dengan menjadi perantara atau kurir narkotika jenis sabu.

Setelah keluar dari Bandara Soekarno Hatta, tersangka ini akan menghubungi BM untuk mendapatkan kembali arahan ke mana narkotika jenis
sabu ini akan diantarkan. Setelah sabu ini diantarkan, keduanya akan langsung kembali ke Aceh yang mana tiketnya sudah disiapkan oleh
BM.

Dalam keterangan kedua tersangka ini sudah melakukan aksinya sebanyak dua kali dengan modus yang sama di mana masing-masing mendapatkan upah sebesar Rp3 juta dalam satu kali pengiriman dan akomodasi transportasi sudah disiapkan oleh BM," ujar Shinto.

Adapun barang bukti yang berhasil disita dalam pengungkapan ini yakni empat paket sabu berbentuk kapsul yang masing-masing dibungkus dalam plastik bening kemudian dibalut lakban warna hitam yang dibungkus balon yang dibungkus kembali dengan kondom berwarna bening dengan jumlah berat bruto keseluruhan sekitar 455 gram.

Modus operandi kedua tersangka yaitu dengan memasukkan narkotika jenis sabu ke dalam tubuh melalui lubang anus untuk menghindari pemeriksaan dari pihak keamanan dan mengedarkan narkotika jenis sabu tersebut melalui jalur udara. (Ant/OL-16)

BERITA TERKAIT