01 December 2022, 16:18 WIB

Fokus di Dunia Coding, Pemuda asal Yogyakarta ini Sukses Tembus Gaet Klien dari Pasar Internasional


Mediaindonesia.com |

USIA muda kini bukan lagi menjadi penghalang untuk membangun dan mengembangkan sebuah bisnis. Bahkan, anak muda Indonesia sudah seharusnya mulai mengembangkan inovasi baru untuk memajukan bangsa Indonesia terutama di bidang teknologi informasi (IT) dan pengembangan perangkat lunak (software development).

Hal itu ditunjukkan Abdul Latif Ikhlashul Mukmin, pemuda asal Yogyakarta yang berhasil mengembangkan perusahaan hingga menembus pasar ASEAN dengan berdirinya perusahaan Coding Collective.

Berdirinya Coding Collective ternyata awalnya dikembangkan oleh dua orang saja, termasuk Abdul. Dengan segala kegigihannya untuk mengembangkan Coding Collective, perjuangannya saat ini telah membawa Coding Collective sampai ke pasar ASEAN dan telah memiliki lebih dari 50 karyawan berkat segala kemampuan dan pengalaman profesionalnya.

“Coding Collective itu berdiri karena berawal dari saya jabatan sebagai Product Manager. Pada saat itu terdapat belasan teknisi online yang membangun dua project yaitu online ticketing dan video broadcasting. Di situ saya mendapat kendala dari SDM-nya. Kemudian, project ini kebanyakan menggunakan developer dari Myanmar, dimana menurut saya untuk kebutuhan project seperti ini SDM dari Indonesia saja sebenarnya sudah mampu,” ungkap Abdul.

Masalah yang dihadapi Abdul saat itu menjadi akar solusi untuk mulai membuka peluang bagi developer Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan bakatnya sebagai. Jika dilihat dari bagaimana developer Indonesia berkarya, tidak sedikit orang yang minim fasilitas sehingga karyanya menjadi dipandang sebelah mata. Berdirinya Coding Collective juga bisa menjadikan developer Indonesia untuk mulai mengembangkan karirnya hingga ke kancah internasional.

Baca juga : Sido Muncul Terima Penghargaan SDGs dari Bappenas RI

Abdul mengungkapkan bahwa Coding Collective memiliki dua fokus utama berdasarkan lingkup bidangnya, yaitu: Software House yang mengembangkan proyek skala internasional dengan menerapkan standarisasi internasional dalam pengerjaannya. Negara-negara yang sudah termasuk didalamnya yaitu Singapura, Dubai, Korea, Filipina, Amerika Serikat, Myanmar, dan Taiwan.

Fokus kedua, yaitu IT Outsourcing yang membantu membangun talenta yang kompeten di setiap fokus bidangnya. 

Dengan mendirikan Home Base perusahaan di Indonesia, namun itu tidak menjadi penghalang untuk tetap memiliki fokus project basis internasional. Hal ini juga menjadi cara untuk menjadikan talent IT Indonesia untuk bisa sukses hingga pasar internasional.

Sebagai pemuda Yogyakarta yang menginspirasi, Abdul berharap Coding Collective dapat membuktikan bahwa talent IT Indonesia mampu bersaing di level internasional, dan menciptakan lebih banyak generasi Indonesia untuk mempersiapkan diri mengembangkan kemampuan mereka sehingga mampu bersaing secara internasional.

"Bersama Coding Collective, mari menjadi SDM yang berkualitas yang mampu bersaing di level internasional," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT