29 November 2022, 23:32 WIB

Vale Indonesia Resmi Mulai Proyek Blok Pomalaa


M Ilham Ramadhan Avisena |

PT Vale Indonesia Tbk bersama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd, pada Minggu (27/11) melaksanakan groundbreaking pengembangan proyek Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Proyek tersebut akan beroperasi di bawah naungan PT Kolaka Nickel Indonesia. Total paket investasi untuk pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan tambang diperkirakan mencapai Rp67,5 triliun dan akan melibatkan sekitar 12.000 lapangan kerja untuk konstruksi.

"Groundbreaking hari ini merupakan batu loncatan besar yang memposisikan PT Vale untuk memasok nikel dengan sumber yang berkelanjutan dan bertanggung jawab jauh ke masa depan," ujar Chief Executive Officer Vale Eduardo Bartolomeo seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (27/11).

Dia meyakini Indonesia memiliki peran penting dalam tren elektrifikasi dan dekarbonisasi global. Ini seiring dengan potensi perusahaan yang disebut berpotensi menjadi produsen nikel paling berkelanjutan di Asia dengan standar Environmental Social & Governance tertinggi.

"Kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam perjalanan ini," kata Eduardo.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Vale dan Executive Vice President Base Metals Business Vale Deshnee Naidoo menyampaikan, Indonesia merupakan pemain kunci dalam agenda transisi energi global. Indonesia juga disebut akan memainkan peran integral menuju masa depan yang menerapkan energi bersih.

"Kami melihat sekilas masa depan itu, dan kami berharap dapat melanjutkan perjalanan ini bersama-sama dengan mitra kami di Indonesia," jelasnya.

CEO PT Vale Febriany Eddy mengatakan, proyek yang digarap perusahaan penting sebagai penanda babak terbaru dari pertumbuhan Vale. Dia juga memastikan perusahaan tidak akan menggunakan batu bara untuk pembangkit listrik dalam proses penggarapannya.

"Kami tidak akan menggunakan batu bara untuk pembangkit listrik untuk proyek ini, hal ini menunjukkan komitmen PT Vale untuk memperluas operasinya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk manfaat sosial ekonomi pemangku kepentingan lokal dan nasional jauh di masa depan," terangnya.

Proyek Blok Pomalaa telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dengan menggunakan teknologi (HPAL) Huayou untuk menghasilkan hingga 120.000 ton nikel per tahun.

Blok HPAL Pomalaa ditargetkan untuk menghasilkan produk yang disebut Mixed PT Vale Indonesia Hydroxide Precipitate (MHP), yang dapat diolah lebih lanjut menjadi material yang cocok untuk baterai kendaraan listrik (EV). (OL-8)

BERITA TERKAIT