29 November 2022, 18:25 WIB

Sedikitnya 202 Pengungsi Gempa Cianjur Terserang ISPA


Rifqi Nafis Basya (MGN), Muhardi (SB) |

PARA pengungsi korban gempa Cianjur, Jawa Barat yang menempati sejumlah tenda pengungsian mulai terjangkit penyakit. Sebagian besar mengalami gejala infeksi saluran pernapasan (ISPA), batuk, flu, dan penyakit kulit.

Salah satu tenaga kesehatan di Posko Jagakarsa, Kecamatan Warung Kondang, Rina mengatakan warga terdampak gempa mulai mengalami sakit sebagian besar yakni lansia, anak-anak, dan balita. 

Baca juga: Pemkab Cianjur Siapkan 3 Titik Relokasi Warga Terdampak Gempa

"Saat ini di posko pengungsi ini sudah 202 warga yang terserang ISPA. Dengan sebaran penderita paling banyak adalah anak-anak termasuk balita dan lansia," ujar Rina di Cianjur, Selasa (29/11/2022).

Kondisi kesehatan warga yang tinggal di tenda pengungsian diperburuk oleh hujan yang terus mengguyur dan membuat tingkat kekebalan tubuh warga menurun. "Curah hujan tinggi ditambah kekebalan tubuh menurun membuat warga terserang penyakit," tambahnya.

Untuk mengantisipasinya, tim kesehatan mengimbau masyarakat untuk menjaga asupan makan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Saat ini, Tim Kesehatan Posko Jagakarsa sudah membuka posko kesehatan dari Dinkes Kabupaten sukabumi, kemudian monitoring pengobatan ke tenda, home care, kolaborasi lintas sektor, dan rujukan kasus gawat darurat.

Sementara itu, Camat Warung Kondang Ali Akbar mengatakan, banyak pengungsi di wilayahnya terserang berbagai penyakit. Wilayah Kecamatan Warung kondang, kata Ali, menjadi wilayah pengungsi terdampak bencana gempa yang paling banyak terserang penyakit.

"Dari sekitar 44 ribu warganya yang mengungsi di 552 titik pengungsian, banyak ditemukan warga yang terserang ISPA," jelasnya.

Baca juga: Polda Jabar Tambah 25 Motor Trail Sasar Daerah Terpencil Gempa Cianjur

Ali menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan data pasti terkait jumlah penderitanya, lantaran data masih diperbaharui hingga kini.

Hingga saat ini, para korban Gempa Cianjur masih tinggal di penampungan. Selain karena rumah mereka roboh, warga juga masih takut akan adanya gempa susulan. (Mhd/A-3)

BERITA TERKAIT