29 November 2022, 14:28 WIB

Menko Marves Didampingi Kasad Tinjau Lokasi Program Ketahanan Pangan


Mediaindonesia.com |

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurachman didampingi Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri melaksanakan peninjauan lokasi Program Ketahanan Pangan Kostrad serta Gudang Pengeringan Pipil Jagung di Kampung Neglasari, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (29/11). Menko Marves, Kasad, dan Pangkostrad beserta jajaran mendapatkan penjelasan oleh Manajer Engineering PT Pindad Rusli Hidayat di Gudang Pengeringan Pipil Jagung.

Dudung Abdurachman mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Kostrad, PTPN VIII, dan para kelompok tani yang berhasil mengolah lahan kurang produktif milik PTPN VIII menjadi produktif sehingga menghasilkan butiran-butiran jagung. "Kedatangan saya di Kampung Neglasari ini merupakan yang kedua kali. Sebelumnya kita melaksanakan panen jagung di Kampung Cibinong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas. Dengan hasil panen jagung tersebut diharapkan memberikan banyak kebaikan bagi para petani untuk meningkatkan kesejahteraan dalam bidang perekonomian, selain mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah," ujar Kasad.

Yang dilaksanakan oleh Kostrad sejalan dengan program unggulan TNI AD yaitu TNI AD Manunggal Air. Program ini merupakan salah satu upaya menyediakan air bersih bagi masyarakat melalui pemasangan pompa hydraulic, sumur bor, dan penyaluran air secara gravitasi atau nonlistrik. Kemudian program Ketahanan Pangan TNI AD dengan memanfaatkan lahan kosong/kurang produktif untuk ditanami jagung, padi, dan tanaman hortikultura lain. 

Ada pula upaya penanganan stunting pada anak, TNI AD bersama Persit gencar melakukan sosialisasi serta pembagian makanan bergizi kepada balita dan anak usia sekolah. Program terbaru yakni Program Babinsa Masuk Dapur untuk memastikan masyarakat tidak ada yang kelaparan karena kekurangan pangan. 

"Semua itu dilakukan dalam rangka mengatasi kesulitan masyarakat. TNI AD harus hadir di tengah kesulitan masyarakat dan senantiasa menjadi solusi dengan membuat program/ aksi yang langsung menyentuh dan memberikan solusi pemecahan persoalan di masyarakat," lanjut Kasad. Intinya bahwa TNI AD hadir di tengah-tengah rakyat dan dicintai rakyat.

Selain itu, Luhut mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi program ketahanan pangan Kasad, Pangkostrad, dan segenap jajaran TNI AD, khususnya Kostrad, karena menginisiasi membangun gudang pengeringan pipil jagung di wilayah Kabupaten Sukabumi yang terus membantu untuk kesejahteraan masyarakat. "Pertanian dan air ialah kunci kehidupan. Perintah presiden, tanah yang telantar harus dimanfaatkan, diberdayakan untuk kesejahteraan rakyat," ujar Luhut.

"Pertanian akan membawa kesejahteraan. Anak bisa sekolah bagus. Ayah saya sopir bus, ibu saya tidak lulus sekolah, mendidik anak bisa menjadi kayak saya, yang penting hatinya baik, bertani yang baik. Saya sangat mengapresiasi Program Ketahanan Pangan Kasad. Pengeringan jagung sudah dibuat sehingga harga menjadi tinggi. Pertanian akan kita buat modern," tambahnya.

Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan dialog Menko Marves, Kasad, dan Pangkostrad dengan kelompok tani Tenjo Laut Muara Tilu dan kelompok tani di lokasi ketahanan pangan Kampung Cikiara, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan diakhiri dengan pemberian tali asih secara simbolis benih jagung dan hand tractor kepada kelompok tani oleh Menko Marves dan Kasad yang didampingi Pangkostrad kepada perwakilan kelompok tani.

Program Ketahanan Pangan Kostrad bekerja sama dengan PTPN VIII dan masyarakat Ciemas Sukabumi melalui program penanaman jagung di lahan seluas kurang lebih 1.140 hektare meliputi delapan Kampung (Cibinong, Neglasari, Muara Tilu, Cikidang, Cipancar, Pamoyanan, Cikiara, dan Cimapag). Luas lahan yang sudah dibuka 954 hektare yang sudah ditanami jagung 481,5 ha dan dilengkapi 19 titik sumber air (14 hidram, 4 sumur bor, 1 gravitasi air). Lahan tersebut dikelola oleh 11 kelompok tani terdiri dari 246 keluarga/740 jiwa. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT