29 November 2022, 09:10 WIB

1.000 Penyuluh Agama di Brebes Diberi Materi Percepatan Penurunan Stunting dari BKKBN


Supardji Rasban |

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan materi audio visual tentang percepatan penurunan stunting sebagai panduan penyuluh agama di Pendopo Kabupaten Brebes, Senin (28/11).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Agama RI tersebut diikuti 1.000 penyuluh agama se-Kabupaten Brebes.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Brebes Idza Priyanti dan Rais Syuriah PBNU, KH Subhan Ma'mun.

Baca juga: 14 Perguruan Tinggi Keroyok Stunting di Jawa Tengah

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan para penyuluh agama memiliki peran yang strategis dalam mencegah stunting karena merekalah yang memandu pernikahan keluarga muda.

"Kami, BKKBN, ingin pesan kepada calon pasangan usia subur baru ya pintunya adalah penyuluh agama. Ini paling tepat," ujar Hasto.

Hasto menyebut materi audio visual yang diluncurkan tentang kesiapan laki-laki dan perempuan secara biologis. Termasuk tentang apa saja yang harus dipersiapkan dan diperiksakan.

Materinya sebagian panduan para penyuluh agama untuk membina para pasangan yang akan menikah.

"Dalam setahun ada 2 juta pasangan yang menikah. Dari 2 juta keluarga muda itu, sebanyak 1,6 juta hamil di tahun pertama pernikahan. Jika tidak mencegah sejak dini, sejumlah 400 ribu anak terkena stunting," terangnya.

Menurut Hasto, karena itu syarat nikah harus dilakukan pemeriksaan pencegahan stunting sejak dini. 

"Dan tugas tersebut saat ini tidak hanya oleh penyuluh BKKBN, tapi dari penyuluh agama juga," tandas Hasto.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI Ahmad Jayadi menyebut banyak sumber daya manusia yang akan ikut menyosialisasikan pencegahan stunting di Kemenag RI. Ada penyuluh agama di semua kantor wilayah, penceramah, dan penghulu di semua KUA.

"Semua itu merupakan sumber daya yang bisa digerakkan dalam rangka mempercepat penurunan stunting. Jadi kedepan semangat kita adalah kolaborasi," ujar Ahmad Jayadi.

Ahmad Jayadi menuturkan, sosialisasi yang dilakukan nantinya akan menggunakan pendekatan agama. Ada penceramah dan penghulu yang akan membina para calon pasangan suami istri atau keluarga muda.

"Kami berharap dari kolaborasi ini akan ada percepatan-percepatan yang terukur dan teramati dengan baik," harap Ahmad Jayadi. (OL-1)

BERITA TERKAIT