26 November 2022, 17:05 WIB

Pascagempa Cianjur, Ruas Jalan Nasional Puncak-Cianjur Sudah Bisa Dilalui


Mediaindonesia.com |

DIREKTORAT Jenderal (Ditjen) Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta&Jawa Barat hingga saat ini masih terus melakukan penanganan longsoran di ruas jalan nasional Puncak-Bts. Kota Cianjur akibat Gempa Bumi yang melanda Kabupaten Cianjur dengan Magnitudo 5.6 Skala Richter pada hari Senin (21/11) lalu.

Gempa yang terjadi mengakibatkan ruas jalan tersebut terputus dua lajur dan tidak bisa dilalui semua jenis kendaraan, baik dari arah Cianjur maupun Puncak. Namun saat ini, ruas jalan itu sudah dapat dilalui semua jenis kendaraan dengan status situasional, artinya jika terjadi kondisi yang tidak memungkinkan akan dilakukan pembatasan hingga penutupan kembali.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi lokasi penanganan gempa untuk kedua kalinya pada Kamis (24/11). Turut mendampingi Presiden diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto

Kepala BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat, Wilan Oktavian saat ditemui usai mendampingi rombongan Presiden, mengatakan, sesuai arahan Menteri PUPR, setelah berhasil membuka jalan nasional Puncak-Cianjur, selanjutnya ditugaskan untuk memeriksa semua jalan, baik itu jalan nasional, provinsi maupun kabupaten.

"Setelah selesai di jalan nasional, kami langsung bergerak pindah ke jalan kabupaten ruas Cugenang - Selahuni yang jaraknya hanya sekitar 1 km dari longsor jalan nasional kemarin. Di jalan kabupaten ini panjang longsorannya sekitar 150 meter di titik 1 dan 10 meter di titik 2. Tadi siang dikunjungi Bapak Presiden Jokowi. " kata Wilan.

Dikatakan Wilan, pembersihan longsoran sudah dilakukan sejak Rabu sore (23/11) dan selesai pada Kamis (24/11) pukul 09.00 WIB. Total sebanyak empat alat berat excavator dikerahkan untuk pembersihan longsoran pada ruas jalan tersebut.

Baca juga : Korban Gempa Cianjur yang Dirujuk ke RSHS Bandung Bertambah

"Selain longsoran jalan ini, kita juga tangani longsoran di bagian lain. Sebagian harus melewati jembatan yang rusak akibat gempa, sehingga agak rawan untuk dilewati alat berat. Kami sedang mengevaluasi rencana perbaikan jembatan tersebut dan terus berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur," kata Wilan.

Di kunjungan pertamanya pada Selasa (22/11) Presiden Jokowi menginstruksikan untuk bekerja sama dalam membantu penanganan pasca gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur, mulai dari pembukaan akses yang terkena longsor hingga evakuasi dan penyelamatan korban- korban yang masih tertimbun longsor. 

Sedangkan tujuan kunjungan Jokowi kali kedua pada Kamis (24/11) untuk memastikan evakuasi korban yang masih tertimbun dan distribusi logistik pasca gempa di Kabupaten Cianjur agar berjalan dengan baik.

Presiden Jokowi mengatakan selain pembukaan jalan, saat ini juga masih berfokus untuk melakukan evakuasi di titik tersebut. "Kondisinya curam, masih terjadi hujan dan masih ada gempa susulan, dan tanahnya labil, sehingga perlu kehati-hatian. Namun tadi Menteri PUPR sudah memerintahkan jajarannya yang sudah terbiasa menangani penggalian dan penimbunan, sehingga bisa dikerjakan," kata Presiden Jokowi (24/11).

Kementerian PUPR melalui BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat pascamendapatkan perintah dari Presiden untuk merespon cepat penanganan longsoran di jalan nasional Puncak-Cianjur, langsung menurunkan beberapa unit alat berat untuk membersihkan material longsoran tanah dan pohon di ruas jalan tersebut, diantaranya 13 unit Excavator, 2 unit Wheel Loader dan 6 Unit Dump Truck yang bekerja dari dua sisi, sisi Cianjur dan sisi Cipanas/Puncak..

BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat langsung menangani longsoran tersebut, hingga kini terus berupaya membersihkan material di akses jalan nasional Puncak-Cianjur, berkolaborasi dengan BBWS Ciliwung - Cisadane Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT