24 November 2022, 22:06 WIB

BNPB: Tim Gabungan Hadapi Medan Berat Saat Proses Pencarian Korban


Atalya Puspa |

TIM gabungan yang terjun langsung untuk melakukan proses evakuasi dan pencarian korban gempa Cianjur mengaku harus berhadapan dengan medan yang berat.

"Tim SAR gabungan sebanyak 6 ribu orang yang dikerahkan mencari 39 korban yang masih hilang ini. Karena medannya berat, hujan dan longsor. TKP-nya longsor tertimbun rumah-rumah. Mudah-mudahan lambat-laun bisa kita temukan," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (24/11).

Dari 39 korban hilang, Suhayanto menyatakan bahwa 32 orang diketahui merupakan warga Cijendil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sedangkan 7 orang lainnya merupakan orang yang kebetulan melintas di TKP saat kejadian gempa.

"Korban hilang ini sudah teridentifikasi nama dan keluarganya.  Sehingga ini akan memudahkan pencarian," ucap dia.

Sejak Rabu (23/11) kemarin, tim gabungan berhasil menemukan satu lagi korban hilang Kamis (24/11). Korban yang baru ditemukan atas nama Nining, 64, yang ditemukan meninggal dunia.


Baca juga: Korban Jiwa Gempa Cianjur Bertambah, 39 Orang dalam Pencarian


Dengan demikian, total korban meninggal dunia akibat bencana gempa Cianjur sebanyak 272 jenazah. Dari jumlah itu, yang telah teridentifikasi nama dan alamatnya ada sebanyak 165 orang.

"Sementara yang masih kita cari terus identitasnya masih ada 107 jenazah," imbuh Suharyanto.

"Ini kami mohon bantuan keluarga yang merasa keluarganya hilang. Kemudian yang merasa anggota keluarganya meninggal, apakah sudah dimakamkan atau sudah dimakamkan petugas agar segera melengkapi dengan surat pernyataan kematian yang dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan setempat," tambah dia.

Sementara itu, BNPB mencatat ada sebanyak 2.046 warga yang luka-luka dan warga mengungsi sebanyak 62.545 orang. Selain itu, dari 15 kecamatan yang terdampak, BNPB mencatat ada sebanyak 56.311 rumah rusak. Dengan rincian 22.267 rumah rusak berat, 11.836 rumah rusak sedang dan 22.208 rumah rusak ringan.

"Tentu ini akan diverifikasi dengan batasan-batasan yang sudah ada. Ada peraturan menteri PUPR terkait dengan spesifikasi, mana yang masuk kategori rumah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat," ucap dia. (OL-16)

BERITA TERKAIT