24 November 2022, 20:56 WIB

Yenny Wahid Ikut Cek dan Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur


mediaindonesia.com |

BENCANA gempa bumi yang melanda Cianjur, Jawa Barat menjadi duka untuk segenap bangsa Indonesia. Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 pada Senin siang (21/11) sudah menelan korban jiwa sebanyak 271 orang dan 40 warga hingga kini masih dilakukan pencarian.

Melihat kondisi bencana tersebut, Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid pun ikut turun ke lokasi bencana untuk mengecek dan memberikan bantuan langsung kepada korban terdampak bencana gempa.

Yenny bersama tim berkunjung ke Desa Wangun Jaya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11). ia sempat memberikan bantuan dan berdialog dengan warga sekitar yang terdampak bencana.

Ia menjelaskan, di Desa Wangun Jaya masih minim bantuan yang diterima korban bencana gempa. Oleh karena itu, Yenny mengimbau kepada seluruh stakeholder terkait untuk lebih peka dan cepat dalam mendistribusikan bantuan dari pemerintah.

Selain menyalurkan bantuan, dalam kesempatan itu, Yenny juga mengevakuasi bayi berusia 9 bulan yang mengalami cedera di kepala imbas tertimpa reruntuhan rumah. Bayi bernama Evi tersebut kini dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapat pertolongan medis yang memadai.

"Ketika diperiksa oleh tim dokter kami, si bayi muntah-muntah. Oleh karena itu perlu diperiksa lebih lanjut bagaimana kondisi luka di kepalanya. Dikhawatirkan ada peradangan di bagian kepala," jelas Yenny.

Yenny menjelaskan, saat bertemu, si bayi sedang berada dalam dekapan ibunya dan belum mendapatkan pertolongan medis yang memadai.

"Ibu Lutfia (orang tua bayi) sempat ragu, namun setelah diyakinkan, akhirnya mengizinkan agar bayinya dievakuasi ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis akibat cedera kepala," jelas Yenny.

Sementata itu, dokter Anang Ahmadi yang menangani Evi mengatakan, saat ini bayi tersebut sudah mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit dan sedang diperiksa kondisi cedera kepala dan traumanya.

"Kalau hasil rontgen tidak masalah, maka mereka bisa segera pulang. Namun kalau ternyaya cedera kepalanya parah maka harus dirujuk ke rumah sakit di Bandung, karena rumah sakit yang berada di Cianjur lumpuh akibat gempa," ungkap dr. Anang.

Gempa Cianjur setidaknya berdampak pada 12 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Bupati Cianjur Herman Suherman telah menetapkan masa tanggap darurat selama 30 hari per Senin 21 November 2022. Hingga kini Tim SAR gabungan masih fokus melakukan pencarian korban yang masih hilang. (OL-13)

BERITA TERKAIT