24 November 2022, 15:38 WIB

RSUD Cibabat Kirimkan 100 Kantong Jenazah ke Cianjur


Depi Gunawan |

TIM SAR gabungan masih melakukan pencarian korban tertimbun gempa Cianjur meski terkendala hujan. Diperkirakan, korban meninggal dunia pascagempa bumi magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11) siang lalu masih terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (23/11) korban meninggal akibat gempa menjadi 271 orang. Setidaknya12 kecamatan terdampak gempa, pemerintah daerah pun menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 30 hari, salah satunya difokuskan melakukan pencarian korban yang masih hilang.

Karena itu, RSUD Cibabat di Kota Cimahi, Jawa Barat, mengirimkan seratus kantong jenazah dan kain kafan untuk mendukung evakuasi jenazah korban gempa Cianjur ke daerah-daerah yang masih terisolasi.

"Kami telah mengirimkan 100 kantong jenazah dan 50 paket kain kafan. Termasuk kebutuhan makanan serta popok bayi yang sangat dibutuhkan para korban," ucap Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Cibabat, Deni Muhammad Nur Azis, di Cimahi, Kamis (24/11).


Baca juga: Tim SAR Fokuskan Pencarian 40 Orang Hilang di Dua Lokasi Cugenang


Kantong jenazah dan kain kafan tersebut telah disalurkan ke daerah-daerah terdampak seperti Gasol, Cugenang, Warung Kondang, dan lainnya.

Sebelumnya, dia mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa saat ini di Cianjur terjadi kekurangan kantong jenazah, apalagi masih banyak korban yang belum ditemukan.

"Jadi kami berkoordinasi dengan mereka di sana (Cianjur), dan ternyata mereka sangat membutuhkan kantong jenazah dan kain kafan," ujar Deni.

Dia menjelaskan, penyediaan kantong jenazah, paket kain kafan, serta makanan dan popok bayi ini diperoleh dari sumbangan para donatur yang merasa simpati dengan kejadian itu.

"Kami harapkan bantuan ini bisa membantu penanganan korban gempa Cianjur, semoga jumlah korban tidak bertambah," tuturnya. (OL-16)

 

BERITA TERKAIT