23 November 2022, 16:45 WIB

RSUD Cibabat Cimahi Ikut Tangani Korban Gempa Cianjur


Depi Gunawan |

SEBANYAK 10 korban bencana gempa Cianjur menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, Jawa Barat. Rata-rata korban mengalami patah tulang karena tertimpa material bangunan akibat guncangan gempa yang terjadi, Senin (21/11) lalu.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Cibabat, Daria Ginting menjelaskan, dari 10 orang yang dirawat, satu orang di antaranya dinyatakan boleh pulang karena kondisinya semakin membaik. 

"Dari 10 pasien yang ditangani RSUD Cibabat, tiga orang di antaranya anak-anak, usia 5 dan 2 tahun serta seorang anak 12 tahun," terang Daria, Rabu (23/11).

Lima pasien yang masih dirawat di RSUD Cibabat, lanjut dia, rencananya akan menjalani tindakan lanjutan operasi karena mengalami luka cukup parah. Daria mengatakan, saat ini seorang dokter spesialis ortopedi juga sudah diturunkan untuk membantu penanganan korban di Cianjur. "Dari lima orang itu, dua orang akan menjalani operasi pada hari ini," ungkapnya.

Salah seorang korban gempa, Nurhayati, 27, terpaksa harus dirujuk ke RSUD Cibabat pada Selasa (22/11) karena mengalami luka dan patah tulang pada bagian kaki karena tertimpa reruntuhan bangunan. Saat kejadian, warga Kampung Garogol, RT 05/03, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur itu sedang mengaji bersama puluhan warga di sebuah madrasah. Nurhayati tak sempat beranjak menyelamatkan diri hingga akhirnya tertimpa reruntuhan bangunan.

"Banyak jemaah yang tertimpa reruntuhan karena warga yang hadir cukup banyak, ada yang sempat menyelamatkan diri. Saya sendiri tertimbun dari jam 2 siang, dan baru diselamatkan sekitar jam 6 sore," kata Nurhayati. (OL-15)
 

BERITA TERKAIT