23 November 2022, 14:55 WIB

BMKG Bantah Akan Ada Gempa Besar di Waduk Cirata, Itu Hoaks


Naviandri |

VIRAL di grup WhatsApp pesan voice note yang memberitahukan bahwa akan terjadi gempa besar di Waduk Cirata akibat pergeseran lempeng bumi. Rekaman itu juga menyebut adanya cahaya seperti api menyala di Gunung Gede, yang menyebabkan terjadinya erupsi sehingga mengakibatkan gempa bumi di wilayah Kampung Singa Barong dan Kampung Sarongge, Kabupaten Cianjur.

Dalam rekaman suara itu, mencatut nama BMKG sebagai pihak pemberi informasi. Rekaman tersebut membuat panik masyarakat.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu dalam keterangan resminya di Bandung Rabu (23/11) mengatakan, menyatakan bahwa kabar tersebut adalah hoaks dan tidak bertanggungjawab. Rahayu menekankan bahwa BMKG tidak pernah menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut.

"Berita itu hanya hoaks atau isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat, karena isu tersebut tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, di mana dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi," tegas Rahayu.

Terkait status level Gunung Gede, Rahayu mengatakan, masih dalam level 1 atau normal. Kepastian itu didapatnya melalui informasi resmi PVMBG atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Jika terjadi gempa bumi, masyarakat diimbau segera menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan karena gempa. "Masyarakat juga diharapkan hanya percaya pada informasi resmi kebencanaan melalui informasi resmi yang dikeluarkan dari pihak yang berhubungan langsung dengan kejadian bencana seperti BMKG, Basarnas, BNPB, TAGANA, TNI/Polri, dan aparat pemerintah setempat," lanjutnya.

Sementara itu selain Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS),  Rumah Sakit di Kota Bandung juga menangani sebanyak 70 korban bencana gempa Kabupaten Cianjur,. Pemkot Bandung juga mengirimkan ambulans dan tenaga kesehatan ke Cianjur. "Termasuk kita terima rujukan masyarakat yang terkena musibah gempa dari Cianjur, Tadinya ada 11 orang yang dirawat, sekarang sudah ada 70 orang yang dirawat di Kota Bandung," kata Sekda Kota  Bandung Ema Sumarna.

Ema mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terkait bantuan penanganan korban gempa Cianjur. Korban gempa dirawat dirawat di sejumlah rumah sakit, seperti RSU Bandung Kiwari, RSUD Kota Bandung dan lainnya. Selain itu, pihaknya juga telah mengirimkan 20 unit ambulans ke Cianjur. Selain itu, personel dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung juga diterjunkan ke lokasi bencana.

"Petugas pemadam kebakaran ini membantu merobohkan bangunan-bangunan yang terkena gempa. Selain itu, kita juga berencana bakal mengumpulkan donasi dan ASN dan pengusaha di Kota Bandung. Ini sifatnya imbauan, bukan paksaan nanti dikoordinasikan dengan Disdagi. Dari informasi yang diterima, yang dibutuhkan itu adalah selimut, pakaian layak, makanan siap saji dan lainnya. Kalau sudah terkumpul Senin langsung Cianjur," tambahnya. (OL-13)

Baca Juga: Ganjar : Segera Perbaiki Jalur Alternatif Banyumas-Brebes yang Longsor

BERITA TERKAIT