22 November 2022, 23:30 WIB

Pemkab Banyuasin Gencarkan Program Pengamanan Dan Pencegahan Stunting


Dwi Apriani |

PEMERINTAH Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan mencatat prevalensi stunting di daerah itu angkanya sekitar 22 persen. Sementara target nasional yakni 14 persen pada 2024 mendatang.

Untuk itu, Pemkab Banyuasin melalui tim percepatan penurunan stunting satuan tugas stunting terus berupaya menekan angka stunting tersebut. "Agar berjalan optimal, maka perlu dilaksanakan rapat koordinasi untuk merumuskan program dan kegiatan apa saja yang akan kita lakukan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banyuasin,� ujar Wakil Bupati Banyuasin, Slamet Somosentono.

Ia menerangkan masing-masing pihak yang telah diberi kepercayaan untuk menjadi tim percepatan penurunan stunting (TPPS) ini diharapkan agar dapat memberikan kontribusi terbaiknya dalam mendukung program pemerintah terkait penanganan program pemerintah terkait penanganan stunting tersebut.

Berdasarkan rembuk stunting yang telah dilakukan, disepakati ada beberapa kecamatan yang menjadi lokus stunting tahun 2022 ini, yaitu Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin III, dan Air Kumbang.

Ia menjelaskan, penyebab masih tingginya angka stunting yakni, kurangnya asupan gizi pada anak, rendahnya cakupan akses air bersih dan sanitasi, rendahnya pendidikan orang tua dan pola asuh yang salah, serta kurangnya tenaga kesehatan, terutama ahli gizi dalam memantau perkembangan balita.

Untuk menurunkan angka prevalensi stunting tersebut, pihaknya membuat program-program pengamanan dan pencegahan stunting yang terintegrasi dan terpadu yang dilaksanakan 13 satuan kerja. 

"Strategi percepatan pencegahan stunting dilakukan dengan melaksanakan intervensi gizi spesifik oleh Dinas Kesehatan dan intervensi gizi sensitif oleh Dinas Pendidikan, Perkintan, Sosial, Pangan, KBPPPA, PMD, Perikanan, Pertanian, DLH, Capil, Kominfo dan Bappeda," ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyosialiasikan permasalahan stunting di seluruh wilayah Kabupaten Banyuasin melalui gerakan Begesah (Beragam Edukasi Gerakan Masyarakat Sadar Hidup Sehat). Gerakan itu terdiri atas lima kegiatan, yakni gerakan makan telur dan ayam di posyandu untuk mencegah stunting, gerakan deteksi dini IVA dan Sadanis.

Lalu, memberi edukasi informasi dan mengajak kaum wanita untuk diperiksa, sehatkan keluarga dengan jamu dan akupresure, gerakan seribu jamban, dan gerakan 500 sertifikat penyuluhan keamanan pangan. (OL-15)

BERITA TERKAIT