22 November 2022, 20:28 WIB

RSUD Ciawi Tangani Korban Gempa Cianjur


Dede Susianti |

SEJUMLAH rumah sakit di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai kedatangan pasien korban bencana gempa Cianjur, Selasa (22/11). Salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi.

Hingga Selasa malam atau sekitar pukul 18.30 WIB, sudah ada 7 pasien korban gempa dari Cianjur yang ditangani di rumah sakit ini.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Ciawi Vitrie Winastri mengatakan, pihaknya sudah menerima pasien sejak Senin (21/11) malam atau beberapa jam pascagempa.

"Sekarang sudah ada tujuh pasien dengan berbagai kasus. Baru saja pasien ketujuh tiba," kata Vitrie ditemui di RSUD Ciawi, Selasa.

Pasien yang pertama datang, lanjutnya, mengalami cedera di kepala. Selain itu, korban mengalami patah tulang juga dan luka-luka ringan. Pasien termuda berusia 3 tahun, sedangkan yang tertua 52 tahun.

"Satu pasien dalam kondisi berat dirawat di ICU, sudah dioperasi dan yang lainnya di ruang rawat biasa," jelasnya.

Dia menyebut, semua korban gempa Cianjur, dirawat di ruang Teratai A. Sebanyak 30 tempat tidur disiapkan RSUD Ciawi di Ruang Teratai A khusus untuk pasien korban gempa Cianjur.


Baca juga: Masih Tertutup Longsor, Polres Bogor Alihkan Arus Menuju Puncak


"Ruangannya kami sediakan di Teratai A. Kami mengalihkan pasien- pasien di situ ke ruang lain. Agar itu bisa digunakan khusus untuk korban gempa Cianjur," ungkapnya.

Para korban dirujuk ke rumah sakit-rumah sakit di Bogor karena RS setempat kewalahan, bahkan tidak bisa melakukan pelayanan karena ikut terdampak.

Vitrie juga mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan berupa obat-obatan yang dikirim sesuai kebutuhan.

"Kami kirim segera obat-obatan sesuai kebutuhan di sana. Kami sudah koordinasi juga dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Terakhir akan ada tim medis dari 4 RSUD yang akan dikirim ke sana, sesuai kebutuhan di sana," pungkasnya.

Salah satu korban yang saat ini dirawat adalah Susi Suhaeti, 50, warga Ciherang Wargajaya. Dia mengalami patah tulang pada kakinya.

Menurut Anan, suami Susi, saat kejadian gempa sang istri sebenarnya sedang berada di luar rumah. Namun, Susi terluka karena tertimpa tembok pembatas yang roboh akibat guncangan gempa. (OL-16)

BERITA TERKAIT