22 November 2022, 18:10 WIB

80 Korban Gempa Masih Dirawat di RSUD Sayang Cianjur


Narendra Wisnu Karisma (SB) |

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Jawa Barat, masih merawat 80 korban gempa magnitudo 5,6. Puluhan pasien masih dirawat di luar gedung rumah sakit karena trauma akan terjadinya gempa susulan.

"Kondisinya sudah mulai landai, banyak pasien yang sudah diperbolehkan pulang. Jumlah pasien di RSUD Sayang yang sebelumnya mencapai ratusan, kini tinggal 80 orang. Semuanya kami rawat di tenda-tenda karena tidak ada yang mau dirawat di dalam RS karena mereka masih trauma adanya gempa susulan," ujar Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur, Dharmawan Setiabudhi Dahlan saat dihubungi Metro TV, Selasa (22/11/2022).

Dharmawan menyebut ada sejumlah pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit lain seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan rumah sakit di Sukabumi untuk dilakukan tindakan operasi.

"9 pasien kita rujuk ke RS Syamsudin Sukabumi dan RSKS Bandung sebanyak 118, karena dokter kami belum berani melakukan tindakan operasi karena kondisi bangunan yang belum stabil. Dua ruangan operasi kami temboknya mengalami keretakan," terangnya.

Dharnawan menjelaskan hampir seluruh ruangan di RSUD Sayang mengalami keretakan, sehingga diputuskan untuk merawat semua pasien di luar dengan menggunakan tenda.

Rencananya, esok hari pihak RSUD akan menggelar evaluasi bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, terkait kelayakan gedung rumah sakit pascagempa.

"Besok akan kita evaluasi bersama Menteri PUPR, ruangan mana saja yang masih bisa dipakai sekaligus mengecek kelayakan bangunan RSUD (pasca gempa). Saat ini hanya ruangan IGD yang perlahan difungsikan kembali," tandas Dharmawan. (Ren/A-3)

BERITA TERKAIT