22 November 2022, 16:44 WIB

Data Terbaru: 30 Rumah Warga Kupang Rusak, Gempa Susulan Masih Terjadi


Palce Amalo |

JUMLAH rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat gempa dengan magnitudo 5,5 yang mengguncang Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (20/11) malam bertambah.

Berdasarkan pendataan terbaru, jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa bertambah dua unit menjadi 30 unit. Seluruh rumah yang rusak itu tersebar di tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.

Camat Amarasi Selatan Tonci Teuf mengatakan, dua rumah rusak berat, satu unit di antaranya rata dengan tanah terdapat di Desa Retraen. Selanjutnya, di Desa Saharen terdata 13 rumah rusak dan satu gereja, sedangkan di Desa Sonraen 12 rumah rusak dan di Kelurahan Buraen dua rumah rusak.

"Warga yang terdampak sedang dalam pendataaan. Untuk para pengungsi, saya sudah mengimbau kepada mereka untuk tetap waspada," kata Tonci Teuf di Amarasi Selatan, Kupang, Selasa (22/11).


Baca juga: Gempa Cianjur, Pemerintah Intensifkan Pencarian Korban di Reruntuhan Bangunan


Dia mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang sudah menyalurkan bantuan kepada para korban gempa. Adapun untuk warga yang rumahnya rusak berat kini masih mengungsi ke rumah tetangga yang tidak mengalami kerusakan akibat gempat tersebut.

"Untuk warga yang rumahnya tidak rusak atau hanya rusak ringan sudah kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.

Menurut laporan Stasiun Geofisika Kupang, sejak Selasa pagi sampai sore terjadi tiga kali gempa susulan, masing-masing dengan magnitudo 3,8 pada pukul 05.04 Wita sekitar 100 kilometer barat daya Kabupaten Sabu Raiju berkedalaman 14 kilometer.

Kemudian gempa dengan magnitudo 2,9 pukul 13.22 Wita, sekitar 37 km tenggara Kabupaten Kupang berkedalaman 69 km, serta
gempa dengan magnitudo 3,6 pukul 16.33 Wita sekitar 47 km barat laut Labuan Bajo, berkedalaman 134 km. (OL-16)

 

BERITA TERKAIT