22 November 2022, 14:20 WIB

Kolaborasi Masyarakat Desa Memitigasi Bencana di Hulu Sungai Tengah


Denny Susanto |

Puluhan warga dari sejumlah desa bergotong royong melakukan pembukaan dan pembersihan badan jalan di Desa Datar Ajab, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Desa ini berada di pedalaman kaki pegunungan Meratus yang terdampak bencana tanah longsor.

Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, skop serta pompa air dan selang penyemprot, warga dari sejumlah desa di Kecamatan Hantakan dan Banu Benawa yang tergabung dalam wadah Relawan Haur Kuning ini, bersama-sama membuka akses jalan desa yang terputus.

Aksi gotong royong para relawan desa ini menandai kegiatan rembuk relawan terkait pemanfaatan radio pemancar guna kepentingan darurat mitigasi bencana khusunya sistem peringatan dini, di wilayah hulu Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

"Bencana banjir dan tanah longsor acap kali melanda wilayah desa-desa di pedalaman kawasan kaki pegunungan Meratus sehingga membuat aktivitas warga terganggu dan ekonomi terpuruk. Karena itu perlu sistem mitigasi bencana yang baik agar dampak bencana dapat dimininalisir," ungkap Ketua Relawan Haur Kuning, Kasman Susanto, Selasa (22/11).

Rembuk relawan bencana yang digelar di Taman Wisata Pagat, Batu Benawa ini diikuti sebanyak 77 orang relawan perwakilan desa-desa di Kecamatan Hantakan dan Batubenawa. Kegiatan ini juga bekerjasama dengan BPBD, organisasi RAPI dan ORARI setempat.


Mitigasi bencana


Kepala BPBD Hulu Sungai Tengah, Budi Haryanto mengatakan mitigasi bencana sangat penting dilakukan agar dampak bencana dapat ditekan, terutama yang berhubungan dengan keselamatan jiwa. Setiap tahun saat musim penghujan wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah rutin dilanda bencana banjir.

Banjir terparah terjadi pada awal 2021. "Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan daerah rawan bencana. Dampak bencana sangat berpengaruh pada ekonomi masyarakat dan daerah," ungkapnya.

Rembuk Relawan Haur Kuning, Hulu Sungai Tengah, ini, juga dibarengi kegiatan pemasangan alat pengukur ketinggian air sungai di sejumlah titik rawan bencana. Mereka juga memaksimalkan pancaran radio pancar ulang (RPU) Haur Kuning agar komunikasi di daerah pegunungan Meratus lebih baik dan cepat.

Saat ini sebagian besar wilayah Kalsel dilanda cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang. Puluhan desa di sejumlah kabupaten terutama di daerah dataran rendah dan DAS dilanda banjir seperti Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan dan Banjar. (N-2)

BERITA TERKAIT