21 November 2022, 19:53 WIB

Data Sementara 56 Warga Cianjur Meninggal Dunia, 700 Luka


Benny Bastiandy |

KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, diguncang gempa hebat bermaginitudo 5,6, Senin (21/11), sekitar pukul 13.21 WIB. Data sementara yang berhasil dihimpun, sebanyak 56 orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, gempa kemungkinan merupakan susulan sebelumnya pada Senin (21/11) dinihari. Banyak dampak yang terjadi, selain korban jiwa dan luka, juga infrastruktur berupa bangunan rumah warga dan berbagai fasilitas lain.

"Banyak korban meninggal dunia dan luka," kata Herman di Pendopo Kabupaten, Senin petang.

Untuk bangunan, sebut Herman, diperkirakan lebih dari ratusan yang rusak terdampak. Herman menyebut hingga saat ini masih dilakukan pendataan.

"Jalur Cianjur-Puncak juga terputus karena ada longsor akibat gempa," terangnya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyambangi langsung korban terdampak gempa di RSUD Sayang Cianjur. Kepada wartawan, Gubernur mengaku laporan sementara terdapat sebanyak 56 orang meninggal dunia dan lebih dari 700 orang mengalami luka.


Baca juga: Kementerian PUPR Bantu Penanganan Dampak Gempa Di Cianjur


"Hasil laporan masih ada warga yang terperangkap. Kita asumsikan korban meninggal dunia dan luka kemungkinan akan bertambah," kata Gubernur.

Terjadi beberapa kali gempa susulan. Karena itu Gubernur menyarankan penanganan kedarutatan dilakukan outdoor.

"Terjadi beberapa kali gempa susulan," ucapnya.

Pihaknya juga meminta anggota TNI-Polri yang ada di desa-desa terpencil untuk terus memberikan informasi data korban.

"Cianjur ini banyak desa yang terpencil. Kita butuhkan informasi situasi terkini," ungkapnya.

Ia juga menginstruksikan dinas terkait untuk membenahi jalan-jalan yang tertimbun longsor di beberapa daerah. BPBD, TNI, Polri juga dikerahkan untuk menjangkau titik-titik kebencanaan yang terisolasi.

"Kita arahkan ambulans dari RS Hasan Sadikin ke Cianjur. Ini untuk jaga-jaga jika situasi tidak memungkinkan. Tidak boleh ada warga yang tidak tertangani secara medis," ungkap Kang Emil, sapaan akrabnya.

Untuk sementara, Posko Bencana akan dipusatkan di Pendopo Cianjur. Semua informasi dan koordinasi kebencanaan dilakukan satu pintu. (BK/OL-16)

 

BERITA TERKAIT