21 November 2022, 19:26 WIB

Kasus Tuberkulosis Capai 31, Sulsel Siapkan 4 Langkah Penanganan


Lina Herlina |

BERDASARKAN data Kementerian Kesehatan RI, Sulawesi Selatan merupakan satu dari delapan provinsi penyumbang Tuberkulosis (TB) di Indonesia. Pada 2021, kasus TB di Sulsel mencapai angka 31.022 dan yang terdeteksi belum mencapai 50%.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) PPTI Sulsel Riyanti Naziet di Makassar, Senin (21/11), usai pengukuhan Pengurus Wilayah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Sulsel Periode 2020-2025 dan Pelantikan Pengurus Cabang PPTI Kabupaten/Kota se-Sulsel Periode 2022-2027.

Riyanti mengaku, pihaknya berkomitmen untuk turut serta melakukan pemberantasan TB berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang penanggulangan TB menuju Zero TB pada tahun 2030. "Kami siap dukung program pemerintah untuk menuntaskan TB di Sulsel, karena penangan TB tidak bisa hanya dengan upaya pemerintah saja, tapi butuh partisipasi masyarakat," seru Riyanti.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani, mengapresiasi organisasi tersebut. Menurutnya, Indonesia termasuk negara yang rentan akan TB, sehingga butuh penanganan dan pemberantasan TB secara serius.

Dikatakan, ada empat hal yang harus dilakukan untuk penangan dan pemberantasan TB di Sulsel. Pertama, mapping secara jelas ada berapa data rentan TB di Sulsel. Kedua, mengukur dengan mencari alat ukur supaya memberikan pertimbangan dengan pas.

"Selanjutnya ketiga, TL atau Tindak Lanjut kalau ada daerah lambat pergerakan, kunjungi kesana kalau ada daerah yang rawan. Dan yang terakhir, memberikan monitoring dan evaluasi agar keputusan lebih berkualitas, harus efektif dan efisien," tukas Hayat. (OL-15)

BERITA TERKAIT