21 November 2022, 16:27 WIB

Rumah Layak Huni Dibangun di Kawasan Kumuh Surakarta


Gana Buana |

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakata dan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Dinas Cipta Karya, Kementerian PUPR merealisaikan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kawasan Semanggi, Kelurahan Mojo, Surakarta. Sebanyak 47 rumah layak huni telah rampung dibangun di sekitar bantaran sungai Pemulung Bengawan Solo, RW 1 Kelurahan Mojo dan telah diresmikan pada Jumat (18/11) kemarin.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, program tersebut merupakan pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Pihaknya berharap Program Pembangunan Rumah Layak Huni di Kawasan Semanggi ini diharapkan menjadi upaya mengurangi kekumuhan di bantaran sungai, membantu penanganan kemiskinan ekstrim sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

“Sumber dana SMF berasal dari APBN dan pasar modal, dan Program Kotaku ini merupakan program jangka panjang yang kami lakukan dari Sabang sampai Merauke, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya bantuan ini dengan sebaik-baiknya dengan terus menjaga dan merawat rumahnya agar dapat memberikan manfaat jangka panjang,” ungkap Ananta dalam keterangan resmi yang diterima belum lama ini.

Ananta menjelaskan,Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh ini adalah mendirikan bangunan rumah baru baggi MBR, kali ini di Kawasan Semanggi. Kawasan tersebut merupakan wilayah relokasi yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Surakarta bagi warga yang sebelumnya bermukim di kawasan kumuh bantaran Sungai Pemulung Bengawan Solo.

Program ini juga merupakan kerjasama antara SMF, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Kementerian PUPR, serta Pemerintah Kota Surakarta yang dikoordinir oleh kementerian koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. SMF mengalirkan bantuan dana hibah sebesar Rp3,2 miliar dengan menggunakan anggaran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang disalurkanmelalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Surakarta menjadi kota  ke-13 yang diresmikan, dari total 16 lokasi yang sudah terealisasi di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga NTT. Sejak tahun 2019 hingga saat ini Perseroan telah merealisasikan program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh sebanyak 370 rumah di 16 lokasi dengan serapan anggaran mencapai Rp27,64 miliar.

Salah satu warga penerima manfaat yaitu Suranto, 52, merasa terharu. Ia beserta istri dan empat orang anaknya kini bisa tinggal di hunian yang lebih layak dibanding sebelumnya.

“Kini saya bisa punya rumah sendiri yang lebih manusiawi, kalau mau beli kan nggak bisa, kami tidak mampu,” ungkap Suratno.

Suranto sudah lama memimpikan rumah sendiri yang layak. Sebelumnya ia sudah tinggal selama lebih dari 20 tahun di pemukiman kumuh samping Sungai Pemulung Bengawan Solo. Adanya rumah baru ini memunculkan harapan baru baginya untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya.

“InsyaAllah saya merasa optimis sekarang, ekonomi saya akan berkembang dan bisa mengangkat taraf hidup keluarga saya. Selain bekerja saya rencananya mau jualan wedangan, kan modalnya kecil, jadi saya masih bisa, Alhamdulillah,” lanjut dia.

Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan apresiasiasi serta rasa syukurnya. “Kami merasa senang dan merasa terbantu dengan program ini, dan hari Ini hari rumah-rumahnya sudah selesai, warga sudah menerima kuncinya dan bisa segera pindah hari ini, jadi rumahnya bisa segera ditempati, direlokasi,” tandas dia. (OL-12)

BERITA TERKAIT