16 November 2022, 19:00 WIB

AWG Gelar Bulan Solidaritas Palestina Satu Bulan Penuh


Mediaindonesia.com |

HARI Solidaritas Internasional untuk Palestina atau biasa dikenal dengan International Day of Solidarity whit the Palestinian People diperingati setiap 29 November. Biasanya, lembaga-lembaga pemerhati isu-isu Palestina, termasuk di Indonesia, selalu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut terlibat memeriahkan peringatan tersebut.

Aqsha Working Group (AWG), salah satu lembaga ke-Palestina-an di Indonesia misalnya, selalu konsisten dan terus menyuarakan isu tentang Palestina juga menyelenggarakan peringatan hari solidaritas Palestina. Bahkan pada tahun ini kegiatan tersebut dikemas dalam satu bulan penuh dengan mengusung konsep Bulan Solidaritas Palestina (BSP).

"Dalam peringatan hari Solidaritas Palestina, kami dari AWG justru membuat konsep peringatan hari ini selama satu bulan penuh dengan konsep Bulan Solidaritas Palestina," kata Zidan Taqwa, Ketua Panitia BSP Cileungsi, Rabu (16/11), dalam keterangan tertulis, Rabu (16/11). Pada kegiatan BSP tahun ini, kata Zidan, kegiatannya selama satu bulan penuh ini seperti gowes cinta Al-Aqsha, lomba futsal tingkat nasional seluruh jaringan AWG se-Indonesia, pengibaran bendera Indonesia dan Palestina di gunung Muria Kudus Jateng, perlombaan antarsantri dari mulai tingkat TK sampai dengan mahasiswa di antara membaca puisi, mewarnai, menggambar Masjidil Aqsha, lomba pidato, dan lomba LCC.

"Ada juga pawai cinta Al-Aqsha dari tingkat TK sampai MA kemudian lomba memasak tumpeng antarkelompok atau thoifah ibu-ibu dan lomba membuat tugu Masjidil Aqsha bagi bapak-bapak antarriyasah," jelas Zindan.

Ketua Biro AWG Cileungsi Arul Nasrullah AM menjelaskan hari Solidaritas Internasional Bersama Masyarakat Palestina bermula saat Palestina-Israel terlibat pertentangan terkait wilayah dan berbagi perbatasan di sepanjang kota Jerusalem. Selama beberapa dekade, kedua belah pihak berselisih untuk mempertahankan yang mereka yakini sebagai bagian dari negaranya. Hal ini mendorong kebutuhan untuk memisahkan kedua negara bagian dan membuat mereka merdeka.

Merespons hal itu, PBB mengadopsi Resolusi 181 (II) pada 29 November 1947. Resolusi yang disebut United Nations Partition Plan for Palestine berisi usulan yang merekomendasikan pembagian Palestina setelah Inggris menarik kekuasaannya. Negara-negara bagian baru akan dibentuk dua bulan setelah penarikan Inggris, paling lambat Oktober 1948. "Rencana tersebut juga menyerukan penyatuan ekonomi antara negara-negara yang diusulkan dan untuk perlindungan hak-hak agama dan minoritas," jelasnya.

29 November dipilih karena ada makna tersendiri bagi rakyat Palestina. Tanggal Hari Solidaritas Internasional Bersama Masyarakat Palestina ini juga jadi pengingat bagi dunia bahwa Palestina hingga kini belum mencapai hak-hak mereka yaitu hak menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan pihak luar hak atas kemerdekaan dan kedaulatan nasional hak untuk kembali ke rumah dan harta benda mereka. (OL-14)

BERITA TERKAIT