15 November 2022, 22:52 WIB

Jalur Bandung-Cianjur Dibuka Kembali setelah Tertutup Longsor


mediaindonesia.com |

PETUGAS gabungan berusaha membuka kembali jalan utama penghubung Bandung-Cianjur, Jawa Barat di Kecamatan Naringgul yang tertutup longsor setinggi 5 meter, menggunakan alat manual sambil menunggu alat berat dari Kementerian PU-Pera, Selasa (15/11) malam.
 
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur Jajang Jay, saat dihubungi Selasa, mengatakan, hujan lebat yang terjadi sejak Selasa petang hingga malam menyebabkan tebing setinggi 25 meter di Kampung Ciuja, Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul, longsor dan menutup seluruh badan jalan degan panjang 20 meter.
 
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun jalan utama terputus sementara karena ketinggian longsor sekitar empat meter dengan
material batu berbagai ukuran dan pohon menutup seluruh badan jalan," katanya.
 
Jay menjelaskan, longsor yang menutup landasan jalan untuk ketiga kalinya selama satu bulan terakhir, sehingga pengguna jalan diimbau ekstrahati-hati dan waspada saat melintas. Sedangkan untuk malam ini, kendaraan dari arah Bandung atau Cianjur diarahkan untuk mencari jalan alternatif.


Baca juga: Lelaki asal Sumut Ditemukan Membusuk dalam Kamar Indekos di Brebes

 
"Sambil menunggu alat berat dari kementerian datang, petugas gabungan yang terdiri atas TNI/Polri, petugas dari PUPR dan warga, berusaha
menyingkirkan material longsor dengan alat manual, dengan harapan menjelang malam jalur tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua," katanya.
 
Kepala Pengawas Lapangan Kementerian PU-Pera PPK 2.5 Jabar, Heri Kuswera, mengatakan untuk penanganan cepat bencana alam longsor yang kembali menutup akses jalan utama Bandung-Cianjur, pihaknya telah meminta alat berat untuk segera dikirim ke lokasi.
 
"Kita upayakan dalam beberapa jam sudah dapat dilalui, namun hujan masih turun sehingga longsor susulan dapat terjadi setiap saat, sehingga arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif. Saat ini, proses menyingkirkan material longsor dilakukan secara manual bersama petugas gabungan," katanya. (Ant/OL-16)

BERITA TERKAIT