12 November 2022, 20:13 WIB

Sinar Mas Land Hadirkan Kendaraan Listrik Otonom di Side Event G20


Arnoldus Dhae |

SINAR Mas Land ikut berkontribusi dalam side event KTT G-20 dengan menghadirkan kendaraan listrik. Hal ini dilakukan Sinar Mas Land dalam masa kepemimpinan Indonesia di forum G20.  

Ada tiga isu utama yang menjadi prioritas seluruh negara anggota yaitu tata kelola kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi. Ketiganya diharapkan dapat menjadi strategi komprehensif untuk membantu percepatan pemulihan global. Di Indonesia, ketiga aspek ini dilakukan secara sinergis oleh pemerintah dan pihak swasta.

Sinar Mas Land turut mengambil bagian untuk menggerakan ekonomi digital serta peralihan ke energi terbarukan. Upaya ini dilakukan  khususnya dalam transformasi BSD City menjadi integrated smart digital city. Perusahaan melengkapi township ini dengan infrastruktur digital dan pengembangan fasilitas berwawasan lingkungan. Sinar Mas Land juga mengembangkan ekosistem Digital Hub sejalan dengan pembangunan sarana dan prasarananya. Dalam ekosistem ini, perusahaan menghadirkan inovasi-inovasi digital terkini, salah satunya autonomous electric vehicle (AV).

Dalam pergelaran G20 Summit, pemerintah menyelenggarakan side event untuk menunjukkan berbagai moda transportasi berkonsep green mobility yang sudah ada di Indonesia. Penggunaan kendaraan listrik menjadi awal konversi penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan berbahan bakar listrik secara masif. Sinar Mas Land berpartisipasi dalam pameran ini dengan membawa AV sesuai harapan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Mei lalu saat peresmian uji coba AV di BSD City.

Hadirnya AV merupakan inisiatif Sinar Mas Land dan Mitsubishi Corporation dalam mendukung pemerintah untuk melakukan transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT). Uji coba AV telah dilakukan di dua lokasi dalam BSD City. Lokasi itu ada di Q-Big yang merupakan pusat perbelanjaan dan gaya hidup yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan lengkap dengan material eco-friendly dan fitur bangunan hemat energi. 

AV juga diujicobakan sebagai salah satu green initiatives di BSD Green Office Park (GOP) guna mengurangi emisi karbon dioksida. Kawasan tersebut merupakan sebuah area perkantoran pertama di Indonesia yang telah mendapat sertifikasi Green Mark District dari lembaga internasional BCA (Building and Construction Authority), Singapura. Green Office Park memiliki empat gedung perkantoran yang juga telah tersertifikasi hijau dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, mengatakan pihaknya secara penuh mendukung penuh kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 kali ini. "Kami menyiapkan AV Navya Autonom untuk menjadi bagian dari pameran kendaraan listrik pada puncak acara G20 Summit di Bali. Dengan kehadiran AV, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak kalah saing dan sudah siap untuk menyongsong ragam alternatif green mobility bagi pembangunan kota pintar yang sustainable di Tanah Air," ujarnya.

Kendaraan listrik otonom itu berasal dari Prancis dengan merek dagang Navya varian Arma. Navya Autonom Shuttle memiliki penggerak listrik dan battery pack berkapasitas 33 kWh yang dapat bertahan selama 9 jam. Kendaraan listrik tersebut memiliki kapasitas penumpang 15 orang, dengan pembagian 11 duduk dan 4 berdiri.

Navya Autonom Shuttle dilengkapi dengan beragam sensor mulai dari pemanfaatan GNSS (Global Navigation Satellite Systems) hingga sensor Lidar (Light Radar) yang digabungkan dengan kamera resolusi tinggi untuk big data analysis. Ini kemudian diproses oleh komputer yang memiliki spesifikasi tinggi tertanam di mobil. Transportasi listrik otonom ini dapat mendeteksi, melacak dan mengklasifikasi halangan di sekitar secara real time/waktu sebenarnya untuk menentukan lintasan dan profil kecepatan yang optimal, termasuk kemampuan akselerasi, kemudi, dan pengereman secara otomatis sehingga dapat menurunkan tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh manusia (human error). 

Transportasi cerdas bertenaga listrik itu digunakan di berbagai negara maju dan kini hadir di BSD City sehingga warga dan masyarakat luas bisa jadi yang pertama untuk mencoba teknologi terkini. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang properti, Sinar Mas Land berupaya mengurangi intensitas emisi terhadap luasan area yang dihuni. Pada 2021 perusahaan berhasil mengurangi intensitas emisi sebesar 7% dibandingkan 2020. (OL-14)

BERITA TERKAIT