11 November 2022, 19:52 WIB

Cuaca Ekstrem Akan Landa Jateng Hingga Akhir Pekan


Akhmad Safuan |

CUACA ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, dan petir diprediksi akan terjadi di Jawa Tengah hingga akhir pekan. Warga diminta untuk waspada 

Pemantauan Media Indonesia hingga Jumat (11/11) sore, hujan disertai petir terjadi di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah. Meski belum ada laporan munculnya bencana namun kondisi ini membuat warga khawatir terutama yang berada di kereng perbukitan dan daerah aliran sungai (DAS).

Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin ribut masih cukup tinggi dengan cuaca ekstrem seperti saat ini, bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memperkirakan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga akhir pekan Sabtu (12/11).

"Potensi curah hujan disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih akan terjadi hingga sepekan mendatang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, demikian Sutikno, diperkirakan cuaca ekstrem tersebut bakal terjadi di berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Pati, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten/Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kabupaten/Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Tegal, Kendal, Batang, Brebes, dan sekitarnya.

Munculnya cuaca ekstrem di berbagai daerah di Jawa Tengah itu, lanjut Sutikno, dipicu adanya daerah belokan dan pertemuan angin di wilayah Jateng dan anomali suhu muka laut positif di Laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa.

Kelembaban udara yang relatif tinggi, ungkap Sutikno, selain itu labilitas lokal yang cukup kuat turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia khususnya Jateng.

"Kita mengimbau warga, terutama berada di wilayah rawan bencana agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan," imbuhnya.

Cuaca ekstrem ini, ujar Sutikno, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, hujan es, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. (OL-15)

BERITA TERKAIT