31 October 2022, 17:58 WIB

Jumlah Warga Miskin Ekstrem Di Cianjur Berpotensi Bertambah


Benny Bastiandy |

JUMLAH warga yang dikategorikan miskin ekstrem di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebanyak 67 ribu jiwa. Namun, di tengah kondisi inflasi saat ini jumlahnya bisa jadi bertambah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menuturkan kemiskinan ekstrem berdasarkan standard Bank Dunia yaitu warga berpenghasilan di bawah 1,9 dolar Amerika Serikat. Di Kabupaten Cianjur sendiri terdata sebanyak 67 ribu jiwa yang digolongkan sebagai warga miskin ekstrem.

"Kemiskinan ekstrem ini kalau dulu mengistilahkan penghasilannya di bawah 1,9 dolar AS. Nah sekarang dengan inflasi ini tentu akan naik. Cuma sejauh mana kenaikannya kita belum tahu. Kalau kemarin kan jumlah kemiskinan ekstrem itu ada 67 ribu jiwa," terang Asep kepada Media Indonesia, Senin (31/10).

Saat ini, kata Asep, penerima bantuan dari pemerintah di Kabupaten Cianjur terdata sebanyak 235 ribu jiwa. Namun Asep mengaku belum mengetahui persis jumlah penerima bantuan pemerintah itu bisa dikategorikan kemiskinan ekstrem atau tidak.

"Sekarang kan sedang ada kegiatan Registrasi Sosial Ekonomi. Kemudian nanti ada bantuan verval (verifikasi dan validasi) juga dari para mahasiswa Poltek Bandung selama 40 hari ke depan," ujarnya.

Dengan adanya Registrasi Sosial Ekonomi serta kegiatan para mahasiswa, Asep berharap data jumlah kemiskinan ekstrem di Kabupaten Cianjur bisa diketahui secara riil. Artinya, jumlah data tersebut bisa saja bertambah atau berkurang.

"Kita tunggu dulu selesainya pendataan. Jadi, jumlah kemiskinan ekstrem itu belum bisa ditentukan sekarang, tapi menunggu dulu pendataan serta verifikasi dan validasi," pungkasnya. (OL-15)
 

BERITA TERKAIT