27 October 2022, 23:11 WIB

264 KK Penyintas Bencana Erupsi Semeru Terima Kunci Huntap


mediaindonesia.com |

SEBANYAK 264 kepala keluarga (KK) korban selamat (penyintas) bencana alam erupsi Gunung Semeru menerima kunci hunian tetap tahap 5 di kawasan relokasi Desa Sumbermujur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (27/10).
 
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono secara simbolis menyerahkan kunci hunian tetap tersebut kepada penyintas bencana Gunung Semeru.
 
"Hunian yang diserahkan itu sudah termasuk perabotan rumah tangga dan peralatan masak, kursi dan meja tamu serta beberapa perlengkapan keluarga lainnya," kata Agus di Lumajang.
 
Ia berharap agar masyarakat yang sudah menerima hunian relokasi tersebut bisa merawatnya dengan baik untuk tempat tinggal dan tidak dipindahtangankan kepada orang lain.
 
"Kami meminta kepada para penerima hunian tetap untuk merawat tempat tinggal yang sudah dibagikan dan jangan pernah diperjualbelikan kepada orang lain atau disewakan," tuturnya.
 
Agus menjelaskan masyarakat yang sudah menerima hunian relokasi masih bisa memanfaatkan lahan perkebunan atau persawahan di area terdampak erupsi Gunung Semeru sebagai lahan untuk berwirausaha ataupun mendapatkan penghasilan dari lahan tersebut.
 
Saat ini, sebanyak 907 KK sudah menerima hunian relokasi yang terbagi dalam lima tahap dengan rincian tahap pertama diserahkan sebanyak 130 unit, tahap kedua 202 unit, tahap ketiga 113 unit, tahap keempat 198 unit, dan tahap kelima sebanyak 264 unit.
 
"Dengan demikian, sudah hampir setengah dari total keseluruhan masyarakat penyintas bencana Gunung Semeru sudah menerima hunian di kawasan relokasi. Sisanya, ditargetkan rampung pada akhir tahun ini," ujarnya.
 
Sebanyak 1.951 unit hunian tetap sudah rampung dibangun dan secara bertahap diserahkan kepada masyarakat penyintas bencana Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.
 
Selain unit bangunan siap huni, penyintas bencana alam Gunung Semeru juga memperoleh kursi dan meja tamu, peralatan dapur, kasur dan lemari, air mineral, dan peralatan rumah tangga lainnya. (Ant/OL-16)

BERITA TERKAIT