27 October 2022, 21:25 WIB

Turunkan Inflasi, Warga Tegal Diimbau Tanam Multikultural di Pekarangan


Supardji Rasban |

WARGA Kota Tegal, Jawa Tengah, yang masih mempunyai lahan pekarangan meski sempit diimbau untuk menanam tanaman multikultural di pekarangan rumah. Menanam tanaman multikultural dinilai menjadi salah satu upaya menekan inflasi terhadap kebutuhan pokok masyarakat.

"Kepada warga masyarakat kami imbau untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam  yang bisa dimanfaatkan. Misalnya cabai, tomat dan lainnya," ujar Pj Sekda Kota Tegal, Sri Primawati Indraswari, saat membuka Operasi Pasar di Pasar Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Kamis (27/10).

Selain itu, untuk menurunkan angka inflasi dilaksanakan kerja sama
antardaerah. "Beras menjadi komoditi penyumbang inflasi di Kota Tegal, karena Kota Tegal bukan produsen beras. Kita akan bekerja
sama dengan daerah penghasil beras," tutur Sri Primawati.

Sri Primawati menyebut pada operasi pasar murah di Pasar Sumurpanggang
disediakan 500 paket sembako dan ramai diserbu warga Kecamatan Margadana.

"Operasi pasar akan terus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tegal melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Bulog Sub Divre VI Pekalongan," terangnya.


Bank Indonesia


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Taufik Amrozy menyampaikan Operasi Pasar Murah di Sumurpanggang sebagai upaya mengurangi dampak inflasi. Angka inflasi bulan lalu di Kota Tegal sudah
tembus angkat 7 (year-on-year) dan diindikasikan angkanya sudah tinggi
dibandingkan Jawa Tengah dan nasional.

"Jawa Tengah di atas 6 atau 5,90 (year-on-year) walaupun bukan yang
tertinggi karena kita di bawah Solo dan Cilacap. Terakhir Kudus yang
beberapa waktu lalu memperoleh penghargaan juga tembus mengalami kenaikan," ungkapnya.

Terkait langkah-langkah yang dilakukan TPID Kota Tegal menurunkan inflasi dengan operasi pasar, Taufik juga mengimbau hal yang sama untuk menanam tanaman multikultur di pekarangan rumah.

"Kita juga sudah melakukan gerakan tanam multikultur salah satunya cabai di pekarangan. Ada beberapa tempat ini kami di wilayah kerja Bank Indonesia, seperti Bulog ini Batang sampai ke Brebes. Kami sudah melakukan operasi pasar," papar Taufik. (N-2)

BERITA TERKAIT