24 October 2022, 12:30 WIB

Jabar Quick Response Bantu Kebutuhan Nenek Sebatang Kara


Bayu Anggoro |

 

SUDAH Setahun Ujang, 54 dan Wati, 48, mengurus nenek Nani Rohaini, 70, yang hidup sebatang kara. Ujang yang berprofesi sebagai tukang bubur bersama sang istri, Wati, membantu kebutuhan sehari-hari. Mereka juga  merawat Nani yang kakinya lumpuhnya akibat terjatuh setahun lalu.

Nani yang hidup sebatang kara sejak ditinggalkan suaminya, juga tak
memiliki keturunan. Ia hanya bisa terbaring di rumah yang nampak kumuh.

Beralamat di Kampung Lamajang RT3/17, Desa Citeureup, Kecamatan
Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Nani dibantu Wati, setiap hari, dari
dari memberikan makan sampai memandikannya.

Kisah itu terkuat saat Tim Kesehatan Jabar Quick Response
(JQR) mengunjungi rumah Nani.

Wina Herwiane, tim Kesehatan JQR mengatakan, saat tim JQR tiba di rumah Nani kondisinya hanya bisa terbaring akibat kaki bagian kanannya lumpuh sebab terjatuh.

"Jadi Emak Nani ini kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakan sudah
setahun yang lalu. Sempat datang ke dokter dan harus dioperasi, "
ungkap Wina, Senin (24/10).

Setelah itu, kata Wina, karena faktor biaya dan tak memiliki BPJS Kesehatan, Nani tak bisa berobat untuk penyembuhan kakinya.

Namun beruntung hati mulia dari Wati dan Ujang merawatnya setiap hari.
Pasangan itu menyisihkan sebagian uang hasil dagangnya untuk membeli makanan bagi Nani.

"JQR telah berkoordinasi dengan pihak desa setempat untuk memproses pembuatan BPJS Kesehatan bagi Nani. "Kita sudah berkoordinasi dengan pihak desa, Alhamdullilah BPJS untuk emak Nani sudah dibuatkan. Selain itu Tim JQR juga melakukan pendampingan kesehatan ke rumah sakit Al-Ihsan," katanya.

Wina menambahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga turut memberikan perhatian. "Lewat JQR Pak Gubernur memberikan paket sembako dan uang tunai untuk kebutuhan pengobatan dan keperluan sehari-hari Nani," katanya.

Sementara itu, saat tiba di lokasi, Wati pun mendampingi dan
menceritakan kondisi emak Nani. Dia terketuk hatinya melihat kondisi Nani yang mengkhawatirkan.

Dirinya merasa Nani seperti ibunya sendiri. "Saya sangat sedih melihat
kondisi emak Nani, ngerasa seperti ibu saya sendiri, " ungkap Wati
sambil meneteskan air mata.

Wati mengakui bahwa dirinya sudah hampir setahun ini mengurus Emak Nani
bersama dengan Ujang, suaminya, yang kini tak berjualan lagi karena
sakit. "Suami kini lagi sakit, jadi enggak bisa berjualan dulu," katanya. (N-2)

BERITA TERKAIT