20 October 2022, 15:04 WIB

Puluhan Rumah di Muba Terendam Banjir


Dwi Apriani |

AKIBAT curah hujan yang tinggi, puluhan rumah di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, terendam banjir. Ketinggian air mencapai 1,4 meter.

Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra, mengatakan, berdasarkan pendataan ada 53 rumah yang terendam banjir di desa itu. "Memang di daerah ini sudah terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi selama tiga hari berturut-turut. Sampai sekarang masih deras aliran sungainya," kata Yudi di Jirak Jaya, Muba, Kamis (20/10).

Selain di Desa Jembatan Gantung, desa lain juga ikut terdampak luapan air sungai. Seperti Sungai Jirak serta Sungai Keruh di Desa Layan yang memaksa sejumlah keluarga mengungsi.

"Akibat banjir ini, anak-anak di desa lain jadi terkendala menuju sekolah karena air menggenangi jalan setinggi 50 cm," jelasnya.

Pihaknya juga langsung melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak serta berkoordinasi dengan Forkopimcam maupun Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat untuk bersiaga.

Namun, Yudi menegaskan tidak ada korban akibat banjir tersebut. Ia mengingatkan warga terus waspada karena tingginya debit air ditambah arus sungai deras.


Baca juga: Pengungsi Banjir Trenggalek mulai Terserang Penyakit


"Kita juga aktif mengimbau warga agar tetap waspada, mengingat curah hujan masih diprediksi kembali turun. Serta mengimbau untuk mengurangi aktivitas di aliran sungai untuk menghindari bahaya," jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumsel menyiapkan bantuan tanggap darurat menghadapi kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor pada musim hujan tahun ini.

"Selain bantuan tanggap darurat berupa bahan makanan dan sejumlah barang yang dibutuhkan korban bencana, pihaknya juga menyiagakan Tagana binaan dinas sosial yang sewaktu-waktu bisa diturunkan ke lokasi bencana untuk membantu masyarakat," ucap Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Palembang, Kamis.

Menurutnya, menghadapi musim hujan yang berpotensi terjadi bencana banjir, longsor, dan bencana lainnya, pihaknya menyiagakan 1.000 Tagana untuk memberikan bantuan penyelamatan dan penyaluran bahan makanan, obat-obatan, serta bantuan tanggap darurat lainnya.

Selain itu, pihaknya berupaya menyiapkan stok bantuan tanggap darurat berupa beras, obat-obatan, bahan makanan lainnya serta peralatan yang biasa dibutuhkan masyarakat korban bencana.

"Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan jika terjadi bencana selama musim hujan beberapa bulan ke depan, diharapkan dapat ditanggulangi dengan cepat dan tepat sehingga bisa dihindari timbulnya masalah sosial," pungkasnya. (OL-16)

 

BERITA TERKAIT