19 October 2022, 18:23 WIB

BMKG: Siklon Tropis Nesat Berdampak pada Gelombang Laut Natuna Utara


mediaindonesia.com |

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan siklon tropis Nesat berdampak secara tidak langsung pada tinggi gelombang Laut Natuna Utara.

"Dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan terhadap kondisi cuaca di Indonesia adalah tinggi gelombang 2,5 meter sampai 4 meter di Laut Natuna Utara," kata prakirawan BMKG Nurul Pramiftah dalam keterangannya seperti dikutip Antara di Jakarta, Rabu (19/10).

Tercatat juga tinggi gelombang di perairan Kepulauan Anambas dan perairan Kepulauan Natuna berkisar 1,25-2,5 m.

Nurul memprakirakan posisi siklon tropis Nesat ini berada di Laut China Selatan, sekitar 1.520 km sebelah utara Natuna dengan arah gerak ke Barat dengan kecepatan 8 knots atau 15 km/jam.

Dan dalam 24 jam ke depan akan menjauhi wilayah Indonesia sekitar 1.510 sebelah utara Natuna dan bergerak dengan kecepatan yang menurun yaitu 6 knots atau 10 km/jam.


Baca juga: Waspada Sindroma Metabolik bagi Perempuan di Atas Usia 40 Tahun


"Diperkirakan intensitas Siklon Tropis Nesat menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah Barat," kata Nurul.

Ia juga menambahkan, BMKG memantau adanya bibit siklon tropis 92B yang berada di laut Andaman dengan kecepatan angin maksimum 25 knot, meskipun potensi tumbuh menjadi siklon tropis dalam kategori rendah.

"Potensi sistem ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah," katanya.

Bibit siklon tropis 92B ini berdampak juga secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia, terutama pada tinggi gelombang di perairan barat Aceh, Kepulauan Nias, perairan utara Sabang sampai Samudra Hindia barat Aceh.

"Tinggi gelombang 1,25 sampai 2,5 m terjadi di perairan barat Aceh dan Kepulauan Nias. Tinggi gelombang 2,5 sampai 4 m terjadi di perairan utara Sabang, Selat Malaka bagian utara dan Samudra Hindia barat Aceh," tambah Nurul. (Ant/OL-16)
 

BERITA TERKAIT