19 October 2022, 15:43 WIB

Wilayah Pantura Jateng Waspada Serangan Banjir


Akhmad Safuan |

HUJAN dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan masih akan mengguyur daerah di pantura Jawa Tengah. Berbagai daerah waspada dan siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (19/10) bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin ribut masih akan menjadi ancaman serius berbagai daerah di pantura Jawa Tengah, kewaspadaan tinggi diterapkan oleh daerah mengingat hujan masih terus akan mengguyur baik siang hingga malam hari.

Berdasarkan data dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan masih akan mengguyur daerah di pantura Jateng seperti Kabupaten/Kota Semarang, Salatiga, Rembang, Blora, Grobogan, Jepara, Kudus, Demak, Kendal, dan Pekalongan.

Setelah beberapa wilayah di Kota Semarang dilanda banjir pada Selasa (18/10) malam dengan ketinggian air 20-30 centimeter, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan 119 unit pompa penyedot air yang ditempatkan di 52 rumah pompa tersebar di ibukota Jawa Tengah ini.

"Ratusan pompa telah kita siapkan, sehingga ketika muncul banjir di satu wilayah langsung dilakukan penyedotan hingga air segera surut," kata Koordinator Operasi dan Pemeliharaan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Hisam Ashari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Muhammad Agus Nugroho Luhur Pambudi mengatakan ancaman bencana banjir di daerah ini sangat besar, karena ada 14 sungai besar yang hilirnya ada di Demak. "Tidak harus hujan di sini, hujan di daerah Hulu seperti Kabupaten Semarang, Boyolali, Salatiga, Grobogan, Blora dan Kudus sudah dapat menyebabkan banjir di Demak," tambahnya.

Hal serupa diungkapkan Koordinator Kelompok Pengelola (Korpokla) SDA Wilayah Bodri Kendal Nur Kholis bahwa Kabupaten Kendal juga rawan banjir karena banyak sungai mengalir dengan hilir di daerah ini, sehingga untuk mengantisipasi dilakukan normalisasi sungai dan menjaga kebersihan sungai yang ada.

"Ada 11 kelurahan di wilayah Kecamatan Kota Kendal menjadi langganan banjir,  maka baru-baru ini 750 meter Sungai Kendal dilakukan pengerukan, namun normalisasi sungai tidak berjalan mulus karena terkendala bangunan warga," ujar Nur Kholis.

Normalisasi sungai juga dilakukan Pemerintah di Kabupaten dan Kota Pekalongan sebagai antisipasi menghadapi banjir, namun hingga saat ini belum seluruh rampung mengingat banyaknya sungai yang harus digarap termasuk peninggian tanggul Sungai Bremi.

Bahkan untuk mengantisipasi banjir yang menjadi langganan di Pekalongan, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana membantu penanganan banjir dan rob dengan menggelontorkan anggaran Rp1,24 triliun. "Proyek tersebut saat ini telah mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai secara multiyears hingga 2023 mendatang," ungkap Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT