17 October 2022, 17:06 WIB

Hingga November, Bencana Hidrometeorologi Berpotensi Terjadi di Pantura


Akhmad Safuan |

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berikan peringatan cuaca ekstrem di akhir Oktober ini. Jawa Tengah kembali siaga untuk mengantisipasi munculnya bencana.

Pemantauan Media Indonesia Senin (17/10) bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin ribut masih menjadi ancaman serius di berbagai daerah di Jawa Tengah, karena cuaca ekstrem masih yakni perubahan musim diperkirakan akan berlangsung akhir Oktober hingga November mendatang. Di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah mulai Pekalongan hingga Rembang, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang dan petir masih terjadi. Wwarga baik berada di dataran rendah maupun tinggi (perbukitan) khawatir munculnya bencana di daerahnya.

"Kita khawatir banjir kembali melanda  seperti Jumat (14/10), karena hujan deras mengguyur daerah atas (Kabupaten Semarang) dapat mengakibatkan volume Sungai Beringin meningkat," kata Haryono,60, warga Mangkang Wetan, Kota Semarang.

Kekhawatiran warga juga diungkapkan di beberapa daerah seperti Grobogan dan Pati, tingginya intensitas hujan di Pegunungan Kendeng Utara dan Muria menjadikan ancaman bagi wilayah yang berada di dataran rendah. "Kami minta warga harus meningkat kewaspadaan lagi," ungkap Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih.

Sekretaris BPBD Kota Semarang Winarsono mengatakan telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh camat di daerah ini akan adanya cuaca ekstrem hingga November mendatang, diminta edaran diteruskan ke kelurahan yang ada untuk bersiaga menghadapi musim penghujan.

"Selain bersiaga menghadapi bencana, kita minta warga menjaga dan membersihkan sampah terutama di sungai, juga terus giatkan patroli terutama di tanggul-tanggul sungai," ujar Winarsono.

Selain itu, lanjut Winarsono, posko kebencanaan 24 jam, persiapan sarana dan prasarana, hingga koordinasi dengan instansi terkait menjadi hal wajib guna mempersiapkan jika terjadi bencana di tengah cuaca ekstrem.

Peringatan ancaman bencana hidrometeorologi juga diungkapkan  BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Sukasno, bahwa perubahan musim masih akan menjadi ancaman serius bagi warga di Jawa Tengah termasuk Kota Semarang, sehingga diminta warga waspada dan siaga.

Potensi timbulnya cuaca ekstrem dari hujan deras hingga angin kencang cukup tinggi, demikian Sukasno, karena pada akhir Oktober hingga November 2022 memasuki peralihan musim. "Awal musim hujan di wilayah Jawa Tengah  terjadi pada Oktober hingga awal November mendatang," imbuhnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT