14 October 2022, 23:23 WIB

Istri Ungkap Iwan Budi Dapat Promosi Jabatan sebelum Tewas Dibunuh


mediaindonesia.com |

THERESIA Onee Anggarawati, istri aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang Iwan Budi Paulus yang menjadi korban pembunuhan, menyebut suaminya memperoleh promosi jabatan sebagai kepala bidang di Badan Pendapatan Daerah sesaat sebelum tewas dibunuh.
 
"Sebelumnya almarhum sudah cerita mendapat promosi jabatan sebagai kabid," kata Onee ditemui usai usai ibadah misa peringatan 40 hari meninggalnya Iwan Budi di Gereja Santa Maria Fatima Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/10) malam.
 
Namun, Onee tidak mengetahui posisi apa dan kapan almarhum suaminya  akan dilantik pada jabatan baru itu.
 
Sementara berkaitan dengan penyelidikan kasus kematian Iwan Budi tersebut, Onee mengaku juga telah didatangi oleh personel dari Polisi
Militer Kodam (Pomdam) IV/Diponegoro.
 
Kedatangan petugas dari Pomdam tersebut untuk meminta keterangan tentang kasus pembunuhan yang saat ini masih dalam penanganan Polrestabes Semarang itu.


Baca juga: Keluarga ASN Korban Pembunuhan Surati Presiden dan Panglima TNI

 
"Ditanya kronologis dari awal almarhum hilang. Saya juga tanya tentang informasi keberadaan anggota TNI di lokasi kejadian," katanya.
 
Motif tentang kaitannya dengan promosi jabatan almarhum juga  disampaikan Onee kepada anggota Pomdam Diponegoro itu.
 
Sebelumnya, sesosok jasad ditemukan terbakar bersama sebuah sepeda motor di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 8 September 2022.
 
Bersama dengan jasad dan sepeda motor yang merupakan kendaraan dinas milik Iwan Budi Paulus tersebut ditemukan papan nama identitas, serta telepon seluler yang diduga milik korban.
 
Iwan Budi Paulus dilaporkan menghilang sehari sebelum diperiksa sebagai saksi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng terkait dugaan korupsi sertifikasi aset.
 
Dalam penyelidikan perkara ini, Pomdam IV/Diponegoro juga telah memeriksa dua oknum anggota TNI yang diduga terkait dengan peristiwa
pembunuhan tersebut. Namun, Pomdam Diponegoro belum memiliki bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan dua oknum anggota TNI dalam kasus itu. (Ant/Ol-16)
 

BERITA TERKAIT