13 October 2022, 09:25 WIB

Paska Pandemi, UMKM Kuliner Kota Surakarta Makin Melek Digitalisasi


Widjajadi |

PARA pelaku UMKM kuliner di Kota Solo pasca pandemi Covid-19, makin akrab dengan digitalisasi. Sebab membuat derap usaha dan operasional mereka makin efisien dan efektif, dan kualitas pelayanan terhadap pelanggan juga terus meningkat.

Geliat kuliner melalui aplikasi yang terus marak ini bermula dari kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berjilid jilid saat pandemi, yang membuat kegiatan masyarakat terbatasi. Bahkan hampir seluruh usaha kuliner saat itu tidak melayani dine in (makan ditempat), hingga masyarakat yang terbatasi gerak karena bekerja dari rumah pun, mencukupi kebutuhan makan melalui pemesanan aplikasi.

Bisnis kuliner kelas mikro dan menengah ke atas terutama, semakin beradaptasi dengan program digital. "Ya hanya dengan cara itu, semua teman teman bisa bertahan," tutur Joko Purwanto, pelaku bisnis kudapan di Kota Surakarta yang ikut kegiatan Indo Smart City 2022 di Solo Techno Park (STP), Kentingan selama tiga hari yang mulai Rabu (12/10) hingga Jumat (14/10).

Justru kemudian, UMKM kuliner di Kota Surakarta menurut Joko, semakin beradaptasi dengan digitalisasi. Gayung bersambut ketika banyak perusahaan digital, merapat dan mengedukasi para pelaku UMKM Kuliner untuk berkembang dan naik kelas dengan keberadaan sistem digital.

Salah satu perusahaan aplikasi yang bersiap mendukung pengembangan UMKM kuliner di Kota Surakarta adalah PT Esensi Solusi Buana (ESB). Perusahaan penyedia software sistem operasional bisnis kuliner all-in-one terlengkap, berupaya membantu tumbuhnya bisnis F&B ( food and baverege ), dan berkomitmen mewujudkan digitalisasi UMKM Kuliner di Kota Solo.

ESB dalam kegiatan Indo Smart City di STP menghadirkan konsep Smart Food Court. "Kami yakin, ESB mampu bantu memperluas skala usaha kuliner di Kota Surakarta," kata Bobby Hadiwijaya, VP of Business Development, PT Esensi Solusi Buana (ESB) menjawab Media Indonesia, Kamis (13/10).

ESB mengajak pelaku sektor UMKM kuliner di kota peninggalan Mataram Islam ini dapat bergandengan tangan dan melangkah bersama memaksimalkan bisnis dan usaha melalui ekosistem teknologinya yang terintegrasi - ESB POS, ESB POSLite, ESB Order, ESB KiosK, ESB Core (ERP) dan ESB Goods.

"Perusahaan terus mengedukasi, menginspirasi dan mendukung para pelaku UMKM kuliner Kota Surakarta senagai mitra, untuk naik kelas," imbuhnya.

Sejak terjadinya pandemi, ESB telah membangun kemitraan di banyak kota di Indonesia. Hingga akhir tahun 2022 nanti, diyakini mampu menggandeng 7000 an mitra atau meechant, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp8 triliun.

"Hingga kuartal I lalu lebih dari 4,000 merchant tersebar di banyak kota, seperti kawasan Kabodetabek, Banding, Surabaya dan Semarang telah bergabung dengan ESB dan mencatatkan total transaksi sebesar lebih dari Rp 5 triliun,"tukas dia.

Ditegaskan, dengan hadirnya ESB di Kota Surakarta, akan membantu pengembangan bisnis UMKM kuliner secara berkelanjutan. Saat ini memang 100 an mitra bergabung. Diyakini akan terus bertambah seiring dengan kerjasama yang dibangun bersama Pemkot.

Yang jelas, lanjut Bobby, partisipasi ESB dalam acara Smart City yang bersamaan dengan kegiatan Apeksi ( Asosiasi Pemerintah Kota ) di STP menjadikan kerjasama ESB dengan Pemkot Surakarta makin nyata,membantu tumbuh kembangnya UMKM kuliner Kota Surakarta dengan digitalisasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM Dinas Koperasi, Rini Indriyani mengatakan, dari 3.600 UMKM yang mendapatkan pembinaan, 2.000 lebih merupakan sektor kuliner yang sudah berkembang dengan banyak diverifikasi, sejak era digital masuk ke Surakarta. (OL-13)

Baca Juga: Petani Jambi Dapat Bantuan dari OMG untuk Tingkatkan Produktivitas


 

 

BERITA TERKAIT