12 October 2022, 17:47 WIB

Kasus DBD Meningkat, Dinkes Sumsel Minta Masyarakat Waspada


Dwi Apriani |

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Berdasarkan data per 7 Oktober 2022, tercatat ada 2.017 kasus DBD di Sumsel, 22 orang diantaranya meninggal dunia. Tahyun lalu, jumlah kasus DBD di Sumsel 1.135 kasus, empat dintaranta berakhir dengan kematian.

Penanggung Jawab Program DBD Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dion Atika Framasari menjelaskan, kasus DBD terbanyak ditemukan di Kota Palembang mencapai 694 kasus. Penderita DBD itu sebagian besar atau sekitar 51 persen anak-anak dan remaja berusia 5-14 tahun.

"Melihat tingginya peningkatan kasus penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue itu, kami mengimbau masyarakat di provinsi dengan 17 kabupaten/kota itu untuk mewaspadai penyakit DBD memasuki musim hujan 2022 ini," jelasnya.

Berbagai tindakan yang bisa dilakukan masyarakat untuk mewaspadai ancaman DBD pada musim hujan tahun ini. Hal itu dilakukan agar kasusnya tidak semakin melonjak dengan korban meninggal dunia lebih banyak menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dari rumah dan lingkungan sekitar.

Pemberantasan sarang nyamuk sebagai tindakan antisipasi kasus DBD bisa dilakukan dengan membersihkan berbagai barang yang bisa menampung atau menimbulkan genangan air hujan. Kemudian melakukan kegiatan 3M yakni menguras dan membersihkan bak mandi, vas bunga, tempat minum binatang peliharaan, atau tatakan dispenser, serta menutup rapat tempat penampungan air.

"Untuk masyarakat yang memiliki tempat penampungan air yang cukup besar dan tidak mungkin dikuras atau ditutup, bisa diberikan larvasida," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT