07 October 2022, 12:43 WIB

Kantor Layanan Keimigrasian Maumere Adakan Sosialisasi Prosedur Penggunaan Naker Asing di Flotim


Fransiskus Gerardus |

KANTOR Layanan Keimigrasian Maumere, Kabupaten Sikka menggelar sosialisasi prosedur penggunaan tenaga kerja asing dan percepatan layanan izin tinggal keimigrasian di Hotel Asa, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Jumat (7/10) pagi.

Kepala Sub Seksi Izin Tinggal Keimigrasian Maria Pantisia Wondo mengatakan, dalam prosedur pekerjaan, entah itu ahli status atau perpanjangan oleh misionaris asing, pihaknya dari kantor Imigrasi Maumere akan menindaklanjuti ke kantor wilayah Hukum dan HAM di NTT.

"Segala laporan dari kantor imigrasi Maumere ke Direktorat Jenderal Imigrasi, jika sudah disetujui, akan dikembalikan ke kantor imigrasi Maumere untuk diterbitkan oleh kantor  Imigrasi Maumere. Jika dalam proses pemberkasan ada yang kurang, kami memiliki kebijakan, dengan melanjutkan yang ada," kata Maria Wondo kepada wartawan usai kegiatan sosialisasi.  

Baca juga: Kemenkominfo Gelar Workshop Literasi Digital di Flores Timur dan Sikka

Namun, pihaknya menyebut aturan terbaru apabila berkas belum lengkap maka akan ditolak. 

Sejauh ini, kata Maria, untuk Misionaris Asing sudah sangat membantu pihak keimigrasian. 

"Tidak banyak permasalahan yang kami temukan. Lebih banyak permasalahan adalah pada saat pengajuan tenaga kerja asing dan izin memperkerjakan tenaga kerja asing. Dan itu wewenang nakers. Kami hanya bersifat menerima kelengkapan berkas. Apabila lengkap akan kami proses," bebernya lebih jauh 

Selain itu, kata dia, pengajuan kelengkapan berkas bisa memakan waktu empat hari. Itu terhitung dari pengajuan berkas di loket hingga pengiriman ke Kupang.

Ia mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut guna mencegah terjadinya deportasi atau pemulangan orang asing.

Oleh karena itu, ungkap Kepala Sub Seksi Izin Tinggal Keimigrasian, Maria Wondo, jika ditemukan tenaga kerja asing yang izinnya telah berakhir, maka mereka segera melengkapi berkas yang ada. 

Pihaknya berharap, ada kelanjutan dari kegiatan tersebut. Paling tidak, ada komunikasi yang intens dan baik oleh pihak nakertras, karena apapun terjadi,  misionaris asing, dalam hal ini biarawan-biarawati adalah tanggung jawab Keuskupan Larantuka.

Sementara itu, Pemimpin Biara RCM Weri, Sr Aurelia menyebut, kegiatan sosialisasi prosedur tenaga kerja asing dan prosedur buat visa tinggal hari ini sangat baik. Ia berharap agar terus ditingkatkan. 

 "Saya  rasa kegiatan ini terus dijalankan, kalau ada perubahan harus diingatkan," kata suster asal Konggo itu. 

Maria Wondo pun mengatakan, dengan adanya kegiatan sosialisasi hari ini, pihaknya berharap tidak lagi ditemukan adanya permasalahan soal keimigrasian. 

Ia mengatakan, Biarawan dan Biarawati Asing lebih aktif. Dan jika ada pertanyaan yang belum dipahami,  bisa mendatangi kantor imigrasi setempat untuk mengadakan konsultasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Larantuka, Utusan Migrasi Maumere dan Biarawan-Biarawati Asing. (OL-1)

BERITA TERKAIT