05 October 2022, 23:15 WIB

Benihbaik.com Lanjutkan Gerakan Gen Aktif ke Jawa Barat


Bayu Anggoro |


SETELAH sukses menjangkau ratusan siswa-siswi SMP SMA beserta orangtua dan guru di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta, BenihBaik.com melanjutkan perjalanan rangkaian gerakan Gen Aktif (Generasi Sehat dan Kreatif) bagi para remaja di Jawa Barat.

Jawa Barat merupakan provinsi ketiga sekaligus puncak dari rangkaian gerakan Gen Aktif tahun ini.

Lebih dari 760 warga Jawa Barat menerima program dan pelatihan Gen Aktif. Sebanyak 374 siswa dan siswi dari 8 SMP dan SMA, 123 guru, dan 270 orangtua dilibatkan. Jawa Barat terkenal sebagai provinsi yang melahirkan banyak inovasi berkat anak mudanya yang kreatif.

Hadirnya gerakan Gen Aktif di provinsi ini diharapkan dapat memfasilitasi dan mendorong remaja agar tumbuh menjadi individu yang sehat dan terhindar dari hal-hal negatif. Salah satunya merokok di bawah umur.

Upaya ini dilakukan dengan memberikan ruang positif bagi remaja untuk mengekspresikan diri dan kreativitas mereka serta membangun karakter dan rasa percaya diri.

Andy F Noya, CEO & Founder BenihBaik mengatakan, antusiasme ratusan siswa SMP dan SMA serta guru dan orangtua di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta dalam Gerakan Gen Aktif mendorong BenihBaik.com melanjutkannya ke Provinsi Jawa Barat sebagai puncak program GEN AKTIF.

"Kami berterima kasih atas dukungan dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam menjangkau para siswa SMP dan SMA serta guru dan orangtua di sini," katanya.

Agar bisa mendapatkan manfaat dari program ini secara maksimal, masyarakat harus diedukasi. "Agar menginspirasi remaja untuk membangun gaya hidup sehat dan kreatif, sebagai generasi penerus bangsa," kata Andy.


Contoh baik

 

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, mengapresiasi inisiatif Gen Aktif, sekaligus mendorong partisipasi para orangtua di Jawa Barat untuk turut mendukung dan mengambil manfaat dari program ini.

“Keluarga, khususnya orang tua, perlu menjadi contoh baik dalam menciptakan lingkungan pertumbuhan yang positif untuk membangun karakter, kreativitas, dan prestasi para remaja," katanya.

DI Jawa Barat, anak mudanya terkenal sebagai anak muda yang kreatif, diperlukan juga orang tua yang kreatif serta terus mau belajar, sehingga pendekatan yang dilakukan terhadap anak pun bisa tetap relevan dan sesuai perkembangan zaman.

"Apalagi di era digital saat ini. Diperlukan keterbukaan dan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak untuk membangun kepercayaan antara orang tua dan remaja," sambung istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu.  

Kebiasaan negatif


Hal senada juga disampaikan oleh sosok publik figur ternama Donna Agnesia. Ia menekankan pentingnya peran orangtua dan guru sebagai sosok pendidik remaja untuk menciptakan ruang yang aman bagi remaja untuk mengekspresikan diri.

"Orangtua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk pendidikan karakter untuk membentuk generasi yang sehat dan kreatif. Semua kebiasaan baik dapat dimulai dari rumah dan orangtua memiliki peran utama untuk mengajarkan dan mendidik anak,” terangnya.

Donna melanjutkan bahwa dirinya beruntung bisa membentuk sebuah tim di keluarganya dalam mengurus anak. “Dari mereka kecil, saya selalu mengingatkan kepada suami saya untuk membantu mengurus dan mendidik anak-anak, apalagi kami memiliki dua anak laki-laki yang membutuhkan figur ayah di rumah."

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini dia mengajak lebih banyak lagi pihak-pihak untuk mendukung gerakan Gen Aktif  agar manfaat dari program ini dapat terus dirasakan dalam mendampingi dan melindungi anak-anak.

"Selain berupaya untuk membangun gaya hidup yang sehat dan kreatif, gerakan Gen Aktif juga secara terus menerus memberikan imbauan kepada para remaja untuk menghindari diri dari berbagai kebiasaan negatif, salah satunya adalah kebiasaan merokok, dan berfokus untuk melakukan berbagai kegiatan yang positif," tambah Donna.  

Permasalahan merokok di kalangan remaja, khususnya anak-anak di bawah umur 18 tahun, harus menjadi perhatian utama dan membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari orangtua hingga guru atau tenaga pendidikan. Hal ini terlihat dari jumlah prevalensi merokok pada anak dan remaja di Indonesia usia 10 hingga 18 tahun cukup tinggi.

"Dengan mengusung tagar #KamiGENAKTIF, kami berharap gerakan ini dapat menjadi pionir dalam mengampanyekan kebiasaan untuk selalu hidup sehat dan kreatif bagi para remaja di Indonesia. Hal ini untuk menciptakan pemuda yang unggul dalam menyambut Indonesia Emas 2045," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT